Find Us On Social Media :
Kadishub Babel, KA. Tajuddin, di sela-sela peninjauan.(24/06/20). (Ist)

Survei Perairan Belinyu,Kadis Perhubungan Babel Sampaikan Kapal - Kapal Besar dan Kapal Wisatawan Bisa Berlabuh

Edwin Kamis, 25 Juni 2020 | 11:51 WIB

SonoraBangka.id --- Pelabuhan Belinyu, Kabupaten Bangka, diharapkan menjadi pelabuhan yang nantinya bisa disinggahi oleh kapal-kapal besar dan kapal wisatawan dari mancanegara.

Namun, sebelum hal itu teralisasi, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dishub Babel) terlebih dahulu melakukan survei di titik area Pelabuhan Belinyu, Bangka, Rabu (24/06/2020).

Survei ini melibatkan Bappeda Babel, KSOP Pangkal Balam, Lanal Babel, PT Pelindo 2, serta Pandu Pelabuhan Belinyu, menyasar hingga Perairan Teluk Kelabat Luar, diantaranya memetakan titik koordinat lebar, panjang dan dalam alur, metode pendalaman dan pelebaran, kajian amdal hingga dumping area. Ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman alur masuk-keluar kapal serta lebar area.

Saat ini diketahui kedalaman alur kisaran 5,5 mean Low Water Springs (mLWS) hingga 6,5 mLWS. Kondisi ini masih dirasakan terlalu dangkal dan sempit untuk dilalui kapal berukuran besar seperti kapal pesiar cruise.

“Sedangkan sarat kapal MV Colombus mencapai 8 meter sehingga diperlukan space aman baling-baling kurang lebih 2-3 meter. Maka yang perlu dilakukan pendalaman sekitar 5 sampai 7 meter, dengan panjang alur rata-rata dikeruk sekitar 2-4 mil laut,” ungkap Kadishub Babel, KA. Tajuddin, di sela-sela peninjauan.

Ia berharap dengan adanya pelebaran dan pendalaman alur pelabuhan akan membuka akses dari luar negeri melalui jalur laut. Kunjungan kapal cruise memberikan dampak bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi Bangka Belitung.

“Oleh sebab itu, rencana ini perlu dilakukan untuk mendorong kedatangan wisatawan mancanegara ke Babel melalui Pelabuhan Belinyu. Kita berharap ini secepatnya bisa terealisasikan,” ulas Tajuddin.

Dengan terbukanya alur, maka arus kunjungan ke Babel melalui Pelabuhan Belinyu akan meningkat. Langkah ini, untuk mendorong berlabuhnya kapal-kapal pesiar mewah melalui wisata cruise di Perairan Babel.

Ia menilai, potensi wisatawan mancanegara dari kapal pesiar cruise ini sangat potensial. Apalagi dengan kapasitas kapal mencapai 26 ribu GT, dengan jumlah penumpang (wisatawan) sekitar 3 ribu orang untuk setiap unit kapal. Kondisi ini akan berdampak terhadap penjualan produk khas daerah seperti UMKM, kuliner dan kunjungan ke destinasi wisata di Babel.

Tajuddin berharap kapal-kapal cruise yang datang dari Australia, Singapura dan negara lainnya akan melanjutkan rute wisatanya ke Babel.

"Pemprov Babel mendorong PT Pelindo untuk melakukan kajian karena langkah itu ini akan membuka akses dari luar negeri melalui jalur laut," tandasnya.