Find Us On Social Media :
Ilustrasi sirup pala (Shutterstock/CKP1001)

Sirup Henggi, Salah Satu Produk Olahan Pala Dari Fakfak Yang Populer

Julisna Ruswan Senin, 3 Agustus 2020 | 15:19 WIB

SonoraBangka.id - Salah satu rempah asli Indonesia yang penggunaannya sangat fleksibel adalah pala. Pala berasal dari pohon pala atau Myristica fragrans. Hampir seluruh bagian tanaman pala bisa kamu olah jadi aneka olahan makanan dan minuman yang kaya manfaat. Dilansir dari Kompas.com, batang pohon pala biasa disebut kino sering dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Kulit batang dan daun tanamannya bisa menghasilkan minyak atsiri. Minyak ini jadi salah satu bahan dasar dalam industri minuman dan kosmetik.

Bagian biji dan daging buahnya adalah salah satu bagian pala yang paling sering dimanfaatkan Biji pala biasa dijadikan rempah untuk campuran aneka makanan dan minuman. Biji pala sering digunakan untuk campuran pada makanan penutup seperti pai apel atau pai labu, juga campuran untuk saus alfredo dan bechamel. Sementara minuman seperti eggnog, chai, anggur berempah juga sering menggunakan pala.

Biji pala dipercaya sangat baik untuk mengobati gangguan pencernaan seperti muntah-muntah. Sementara dagingnya bisa diproses jadi aneka makanan dan minuman ringan seperti asinan, manisan, selai, dan bahkan sirup. Daging buah pala bisa meringankan semua rasa sakit dan nyeri akibat tubuh kedinginan serta lambung dan usus “masuk angin”. Pala berasal dari Kepulauan Banda, Maluku. Namun selain bisa ditemukan di Banda, pala juga bisa ditemukan di banyak daerah di Indonesia.

Kabupaten Fakfak Papua Barat. adalah Salah satu daerah yang menjadikan pala sebagai komoditi, Dilansir dari situs resmi Badan Litbang Pertanian, pala khas Fakfak (Myristica argantea warb) atau biasa disebut pala negeri punya karakteristik bentuk tanaman tinggi dengan daun rimbun. Penampilan buah dan bijinya pun sangat khas. Agak berbeda dengan pala banda yang biasanya dikenal masyarakat. Penampilan buah dan bijinya khas, lonjong berparuh dengan kuliat buah yang berubah dari halus jadi berbintik coklat seiring dengan penuaan buah. Aroma daging buahnya juga tidak bergitu menyengat dan teksturnya lebih lembut. Rasanya juga kurang sepat sehingga cocok untuk dijadikan produk olahan. Salah satu produk olahan pala dari Fakfak yang paling populer adalah sirup pala atau sirup henggi dalam bahasa Mbaham.

Sirup henggi ini bahkan menjadi salah satu dari 10 nominasi daerah Anugerah Pesona Indonesia ( API) tahun 2020 kategori Minuman Tradisional Populer. API adalah rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia yang telah diselenggarakan sejak tahun 2016. Michael van den Bos, konsultan medis dan herba dari Herbacure Centre dalam artikel Kompas.com menjelaskan cara membuat sirup pala.

Caranya, buah pala direbus untuk kemudian diambil sarinya. Kemudian, tambahkan gula secukupnya bila suka. Terus masak larutan sari pala dan gula tersebut hingga mengental. “Sirup ini seperti minuman lain yang sifatnya menyegarkan. Sirup buah pala memiliki sifat menenangkan dan cocok untuk meredakan stress,” kata Michael. Ia juga menyebutkan, karena bersifat menenangkan, ramuan berbahan baku pala cocok digunakan oleh mereka yang mengalami gangguan tidur atau insomnia. Bisa juga untuk melancarkan darah, meredakan gangguan lambung, nyeri, dan perut mulas karena masuk angin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Pala Fakfak? Rempah Kaya Manfaat untuk Dijadikan Sirup", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2020/08/02/215500175/apa-itu-pala-fakfak-rempah-kaya-manfaat-untuk-dijadikan-sirup?page=all#page2.