Find Us On Social Media :
Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto (Istimewa)

Prabowo dan Nadiem Bakal Siapkan Pendidikan Militer Bagi Mahasiswa

Yudi Wahyono Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:12 WIB

SonoraBangka.ID - Wajib militer di beberapa negara menjadi hal yang harus diikuti oleh setiap pemuda, bahkan pemuda yang sedang mengikuti program ini diharuskan untuk rehat dari aktivitas mereka sehari-hari.

Sama seperti namanya, wajib militer bertujuan untuk membangun dan memperkuat ketahanan negara serta meningkatkan rasa cinta pada negaranya tersebut.

Oleh karenanya, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto mengungkapkan rencananya untuk menerapkan program ini dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Pendidikan militer ini, nantinya akan diterapkan pada mahasiswa dan bakal menjadi salah satu Satuan Kredit Sementer (SKS) yang harus diambil oleh setiap mahasiswa.

Dalam merencanakan hal tersebut, Prabowo pun menggandeng Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim.

Dikutip dari Kompas.TV, Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trengono menyatakan bahwa program ini masuk dalam satu semester.

“Nanti dalam satu semester, mereka mahasiswa bisa ikut pendidikan militer,” ungkapnya menjelaskan rencana tersebut.

Pihaknya juga menyatakan bahwa nilai pendidikan militer ini akan dimasukkan pada SKS yang diambil, namun rencana ini masih menjadi hal yang didiskusikan dengan Kemendikbud untuk nantinya bisa direalisasikan.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa direkrut untuk terlibat dalam latihan militer melalui program bela negara.

Harapannya adalah pemerintah bisa menciptakan generas milenial yang bisa mencintai bangsa dan negaranya sendiri.

“Jadi, mahasiswa tidak hanya kreatif dan inovatif, namun juga cinta bangsa dan negara dalam kehidupannya sehari-hari,” sambungnya.

 

Dengan adanya program ini, setidaknya masyarakat khususnya mahasiswa pun kesadar untuk selalu bangga menjadi orang Indonesia.

Di sisi lain, Trenggono juga menyatakan bahwa Indonesia akan memasuki era bonus demografi pada 2025 hingga 2030 yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif.

Dengan demikian, kelompok milenial akan mengisi era tersebut sehingga perlu disiapkan untuk menggerakkan perekonomian bangsa di masa yang akan datang.