Find Us On Social Media :
Ilustrasi Stretch mark (healthline )

Benarkah Menggaruk Kulit Saat Menstruasi Picu Stretch Mark ?

Riska Tri Handayani Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:49 WIB

SonoraBangka.id - Saat ini banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat soal menstruasi.

Termasuk larangan melakukan sesuatu. Contohnya jangan menggaruk kulit saat sedang menstruasi, karena bisa menyebabkan stretch mark.

Tapi benarkah demikian?

Arini Astasari Widodo, dokter spesialis penyakit dan kulit, membantah mitos tersebut.

Stretch mark bukan disebabkan dengan menggaruk kulit saat menstruasi.

"Ada penelitian yang mengatakan kulit menjadi lebih sensitif saat menstruasi. Tapi tidak ada yang menuliskan menggaruknya saat menstruasi jadi berbekas," kata Arini dalam diskusi online belum lama ini.

Dokter yang berpraktik di Dermalogia Clinic RS Abdi Waluyo itu menjelaskan, pada dasarnya menggaruk kulit saat sedang gatal tidak dianjurkan.

Sebab tindakan itu bisa merusak barrier kulit, memicu siklus gatal garuk, serta meningkatkan risiko masuknya alergen, iritan, dan kuman masuk ke dalam kulit akibat barrier kulit yang rusak.

Tak sampai di situ, apabila barrier kulit rusak hingga menimbulkan luka, kuman bisa masuk dan menginfeksi tubuh.

Disamping itu, menggaruk bisa saja menimbulkan bekas pada kulit.

Namun terkadang, memang tergantung dari intensitas garukan, warna kulit, dan tipe kulit sensitif atau tidak.

Arini mengatakan, semakin tinggi intensitas garukan tentu semakin tinggi risiko berbekas. Tapi tidak ada hubungannya dengan menstruasi.

Jadi, sebaiknya jangan digaruk jika kulit sudah terasa gatal.

Kamu bisa mencoba untuk memberikan sesuatu yang dingin ke kulit atau kompres dingin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mitos atau Fakta, Menggaruk Kulit saat Menstruasi Picu Stretch Mark", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/26/165833920/mitos-atau-fakta-menggaruk-kulit-saat-menstruasi-picu-stretch-mark.