Find Us On Social Media :
Ilustrasi berkendara mobil di jalan (Telegraph) (kompas.com)

Jangan Lupa, Jangan Biasakan Minum Suplemen Saat Berkendara Jarak Jauh

Oliver Doanatama Siahaan Minggu, 1 November 2020 | 20:26 WIB

SONORABANGKA.ID - Dalam Melakukan perjalanan jarak jauh bersama keluarga di momen libur cuti bersama memang mengasyikan.

Menikmati setiap momen di perjalanan dengan suasana kekeluargaan di dalam kabin mobil tentunya menjadi saat yang diimpikan.

Tetapi, pada saat melakukan perjalanan jarak jauh ada hal-hal yang perlu dipersiapkan terutama kondisi fisik pengemudi.

Apalagi bagi pengemudi yang tidak terbiasa melakukan perjalanan dengan jarak puluhan kilometer atau bahkan ratusan kilometer.

Keadaan fisik yang lelah menjadi salah satu kendala pada saat berkendara jarak jauh. Maka dari itu, istirahat dan juga mengatur waktu perjalanan menjadi hal yang perlu diperhatikan seorang pengemudi.

Bila tubuh sudah merasakan lelah apalagi mengantuk, sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan dan memilih untuk beristirahat. Hal ini karena bila memaksakan justru bisa berbahaya.

Akan tetapi, masih banyak yang menggunakan suplemen peningkat stamina tubuh supaya keadaan fisik tetap terjaga dan bisa melanjutkan perjalanan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, saat melakukan perjalanan jarak jauh seorang pengemudi sangat perlu beristirahat saat secara berkala.

Tujuannya adalah untuk memulihkan stamina serta untuk melepaskan penat hingga peregangan selama menempuh perjalanan.

“Idealnya setelah melakukan perjalanan maksimal 3 jam, wajib beristirahat selama 30 menit atau 1 jam untuk tidur,” kata Sony kepada Kompas.com beberapa hari lalu.

Menurutnya, memilih waktu istirahat di sela perjalanan cukup penting daripada melanjutkan perjalanan dalam kondisi fisik yang sudah lelah.

Sony tidak menyarankan pengemudi meminum suplemen untuk menjaga kondisi tubuh selama menempuh perjalanan.

Meskipun setelah minum minuman berenergi kondisi tubuh akan terasa lebih terjaga, tetapi hal itu termasuk memaksakan kondisi tubuh.

“Efeknya hanya sesaat, boostnya ok atau bagus tapi dropnya cepat, sehingga pengemudi nantinya cenderung maksa, padahal sudah lelah ini yang bahaya,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingat, Jangan Biasakan Minum Suplemen Ketika Berkendara Jarak Jauh", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/31/160100815/ingat-jangan-biasakan-minum-suplemen-ketika-berkendara-jarak-jauh.