Find Us On Social Media :
Hari ini Gubernur Erzaldi meletakan batu pertama di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, Desa Air Anyir, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, sebagai simbol pembangunan rumah sakit penanganan Covid-19 di Babel.Senin (02/11/20). (Ist / Diskominfo Babel )

Pemprov Babel Bangun Rumah Sakit Covid - 19

Edwin Senin, 2 November 2020 | 18:51 WIB

SonoraBangka.id - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendapatkan bantuan fasilitas pembangunan rumah sakit penanganan Covid-19 bertempat di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, Desa Air Anyir, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka.

Bantuan ini diberikan oleh pemerintah pusat, karena prestasi Babel dalam menekan angka terkonfirmasi, penyebaran, hingga kematian dalam pandemi Covid-19.

Dalam sambutannya Senin (2/11/20), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan bahwa BNPB telah menerima usulan penambahan fasilitas untuk penanganan pasien Covid-19 yang hingga saat ini masih menggunakan fasilitas perkantoran lainnya.

Fasilitas Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 ini tidak didapat semua provinsi di Indonesia. Bersamaan dengan pembangunan di Babel, juga dibangun rumah sakit serupa di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Dengan adanya rumah sakit ini, akan dapat menambah kemampuan daerah dalam menangani pandemi.

"Masyarakat juga harusnya merasa lebih teryakini bahwa fasilitas kesehatan Babel dengan kehadiran rumah sakit ini lebih pasti tertanggulangi dengan baik," ungkapnya.

Hal ini diakui bahwa, atas kerja keras dan kolaborasi bersama, semua pihak khususnya Forkopimda Provinsi Kepulauan Babel dalam Satgas Penanganan Covid-19.

"Dengan kehadiran RS ini, saya yakin profesionalisme tenaga medis dan kepercayaan meningkat dan pariwisata kembali normal," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan juga bahwa tahun depan RSUP ini akan dibangun gedung khusus kedokteran seiring bertambahnya fakultas kedokteran di Universitas Bangka Belitung.

"Babel juga akan memiliki alat yang bisa mendeteksi dan mengobati penyakit kanker seperti di RSCM Jakarta tahun depan," tegasnya.

Dijelaskan Gubernur Erzaldi, bahwa alat ini harus dimiliki Babel mengingat angka pasien yang terkena kanker di Babel sangat tinggi dan perawatan terdekat sebelumnya hanya bisa di Palembang.