Find Us On Social Media :
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi (Ist)

Peringati Hari Ibu, Ini Kata Ketua TP PKK Babel

Edwin Selasa, 22 Desember 2020 | 08:59 WIB

SonoraBangka.id - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi menyampaikan Wanita seharusnya diposisikan sebagai mitra dan diberikan ruang untuk mengembangkan diri yang bukan hanya di rumah, tapi ikut berperan dalam pengembangan daerah.

"Tentu hal ini dimulai dari keluarga sendiri dan yang paling sederhana adalah berperan untuk menjadi pendidik guna mencetak generasi gemilang bangsa,"ujar Melati Erzaldi.

Ketua TP PKK Melati Erzaldi juga menjelaskan bahwa, antara pria dan wanita harus memiliki peran yang sama. Peran ini bisa diimplementasikan dari lingkup keluarga, karena negara ini pun terbentuk dari jutaan keluarga.

“Harapan saya, wanita punya peran yang sama untuk membangun negeri, tanpa perempuan pembangunan tidak akan berarti apa-apa,” ungkapnya.

Dalam merayakan Hari Ibu 22 Desember ini, Ketua TP PKK Melati Erzaldi menuturkan, Dia selalu mengawali dengan membaca sejarah dari peringatan yang telah dideklarasikan oleh Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959, karena masih banyak yang belum memahami sejarah perayaan ini.

“Jadi banyak dari kita yang masih mispersepsi dari tujuan peringatan Hari Ibu, rata-rata mereka memperingati Hari Ibu karena peran dan jasa ibu merawat anaknya di rumah, padahal ada peran wanita yang lebih besar dari sekadar menjadi ibu. Hari Ibu ini dideklarasikan oleh Soekarno sebagai peringatan kongres perempuan Indonesia tahun 1928 yang ikut berperan penting berjuang memerdekakan Indonesia,” jelasnya.(22/12/20).

Dalam kongres ini melahirkan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia yang duduk dan berkumpul untuk bertukar pikiran. Peringatan 22 Desember seharusnya dijadikan pengingat untuk merayakan semangat para wanita berperan dalam memperjuangkan negara bersama-sama pria yang ikut dalam membangun negeri.

“Sekarang tugas kita untuk melanjutkan perjuangan para wanita Indonesia, mengisi kemerdekaan untuk menciptakan kesejahteraan,” bebernya.

Melati Erzaldi kemudian melanjutkan Ketika pandemi ini terjadi, banyak yang terkena dampak baik dari segi ekonomi maupun kehidupan sosial dan yang perlu diketahui bersama bahwa UMKM merupakan kontributor utama yang menyelamatkan ekonomi dari dampak pandemi ini. Sebagian besar pelaku UMKM adalah wanita.

“Tekankan dalam diri kita bahwa kita ingin punya dampak bagi diri kita, mau punya pengaruh bagi daerah kita. Buka kesempatan itu, wanita harus bisa mengaktualisasikan dirinya,” pungkasnya.