Find Us On Social Media :
Ilustrasi Pemulasaran Jenazah Covid-19 di TPU Pedurenan, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Seorang pasien Covid-19 di Majalengka akhirnya meninggal dunia di rumah karena tak memperoleh ruang perawatan di RS rujukan Covid-19. (WartaKota)

Karena Rumah Sakit Penuh, Warga Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri, Tidak Tahan Lalu Bunuh Diri

Ria Kusuma Astuti Sabtu, 9 Januari 2021 | 15:40 WIB

SONORABANGKA.ID - Fakta itu ditemukan dalam kasus meninggalnya TA, warga positif Covid-19 yang meninggal setelah gantung diri saat menjalani isolasi mandiri.

Rumah sakit tak mampu menampung pasien Covid-19. Warga yang positif Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri.

Sebelumnya, TA melakukan test swab antigen pada 29 Desember 2020 di salah satu klinik di wilayah Bangka Belitung.

Hasil swab antigen itu positif.

"Kenapa dilakukan test swab antigen ini karena beliau ini merupakan supir kepala bank yang ada di wilayah Babel, yang terkonfirmasi positif," kata Mikorn.

Kemudian tanggal 6 Januari 2021, lanjut Mikron, yang bersangkutan pergi ke rumah sakit umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang untuk pemeriksaan.

Mikron mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit dan hasil rontgen yang disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, dr. Fauzan, ada gejala penumonia di paru-paru TA.

"Menurut direktur RS itu, dari hasil rontgen, terdapat Pneumonia, karena kondisi rumah sakit kita penuh, sehingga dilakukan isolasi mandiri," Kata Mikron.

Diberitakan sebelumnya seorang pria berinisial TA ditemukan tewas diduga gantung diri sebuah perumahan di Selindung Lama, Pangkalpinang, Sabtu (9/1/20201) pagi.

Pria berinisial TA (30) diduga tak tahan mendengar stigma terhadap dirinya setelah dirinya dinyatakan positif berdasarkan rapid test swab antigen.


Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Rumah Sakit Penuh, Warga Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri, Tak Tahan Lalu Bunuh Diri, https://bangka.tribunnews.com/2021/01/09/rumah-sakit-penuh-warga-positif-covid-19-diminta-isolasi-mandiri-tak-tahan-lalu-bunuh-diri.