Find Us On Social Media :
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman (Ist / Diskominfo Babel)

Gubernur Babel Ultimatum PT Timah

Edwin Kamis, 4 Februari 2021 | 10:40 WIB



SonoraBangka.id - Sikap tegas akan diambil oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman terhadap PT Timah Tbk jika masih juga tarik-ulur soal penghentian aktivitas pertambangan di kawasan perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Babel.

"Jika PT Timah masih keberatan untuk berkerjasama, yang membuat pemerintah pusat bosan menunggu dan akhirnya mereka membatalkan kawasan KEK di Babel, maka selaku pimpinan paling tinggi di Provinsi Babel, Saya siap mengultimatum menarik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari PT Timah,"kata Gubernur Erzaldi, saat ia menggelar rapat virtual pembahasan usulan pembentukan KEK Tanjung Gunung dan Sungailiat, Rabu (03/01/21), di ruang kerjanya.

Gubernur Erzaldi merasa kecewa dengan sikap perusahaan pelat merah yang tak kunjung tegas tersebut, Karena sampai sekarang rencana kawasan KEK yang telah lama diperjuangkan tak kunjung selesai-selesai, karena mandeg-nya di BUMN ini.

"Perkembangan pengajuan penetapan KEK di Tanjung Gunung dan Sungailiat masih stagnan, persoalannya karena belum ada kepastian batas yang jelas antara pengusul KEK dengan PT Timah. Padahal, proses pengajuan ini telah dirundingkan sejak tahun 2017,"ungkapnya.

Dijelaskan Gubernur Erzaldi antara pengusul yaitu PT Pan Semujur Makmur dan PT Pantai Timur Sungailiat telah membuat perjanjian dengan PT Timah terkait pembangunan KEK ini. Namun, pemerintah pusat masih ingin memastikan bahwa setelah diputuskan sebagai KEK, benarkah PT Timah tidak lagi menjalankan aktivitas pertambangan di sekitar daerah KEK.

Dewan Nasional KEK menjelaskan kementerian telah sepakat dan mendukung visi gubernur untuk melakukan transformasi ekonomi.

"Hanya waktu itu catatannya tolong dipastikan bahwa lahan yang masuk KEK itu tidak ditambang lagi. Maka diminta membuat perjanjian dengan PT Timah," tuturnya.

"Kalau pemerintah pusat tidak mau menurunkan persyaratan ini, maka KEK tidak akan bisa kita wujudkan, kecuali pemerintah mau menekan PT Timah," tegas Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi berharap pemerintah pusat harus segera turun tangan dan tegas dalam mengatasi hal ini. Dia menyatakan bahwa kunci dari disetujui atau tidaknya KEK ini adalah harus ada kepastian dari batas yang jelas antara pengusul dan PT Timah.

"Di bawah pengawasan saya, ekonomi di Babel akan bertransformasi dari yang semula fokus ke pertambangan menuju ke pariwisata. Karena kalau kita terlambat, duluan rusak alam kita, nanti membangun pariwisatanya akan lebih berat," pungkasnya.

Sementara dalam pertemuan virtual itu, PT Timah Tbk menyatakan sikap keberatan terhadap aturan yang mengharuskan penghentian aktivitas pertambangan jika kawasan KEK ini disetujui. Menurut pihaknya, antara KEK dan aktivitas pertambangan masih bisa dapat berjalan beriringan.