Find Us On Social Media :
Ilustrasi varian baru virus corona, mutasi virus corona. ((SHUTTERSTOCK/Orpheus FX))

Kemenkes Sebut Varian Virus Corona N439K Terdeteksi di Indonesia Sejak November 2020

Ria Kusuma Astuti Minggu, 14 Maret 2021 | 08:58 WIB

SONORABANGKA.ID - Dikatakan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi,bahwa varian virus corona N439K terdeteksi di Indonesia sejak November 2020.

"Sejak akhir November sudah dilaporkan ada N439K karena semua mutasi harus dilaporkan ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID)," ucap Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (13/3/2021).

Kendati demikian, Nadia belum dapat memastikan jumlah kasus mutasi virus corona N439K di Indonesia.


Menurut dia, mutasi virus corona N439K ini masih dalam tahap kajian di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Temuan itu baru pada tahap laboratorim nan masih perlu dikaji lebih lanjut," katanya.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman adalah kunci terhindar dari penularan virus corona.

"Tetap disiplin prokes kunci pencegahan," tambahnya. Ahli biologi molekuler Indonesia, Ahmad Utomo, mengatakan bahwa varian baru virus corona N439K relatif lebih mudah menular dan ada kemungkinan bisa lolos (kebal) dari antibodi vaksin Covid-19 yang ada saat ini.


"Ada kemungkinan varian ini (N439K) ini bisa lolos dari sebagian antibodi paska vaksin, maka pemerintah perlu perkuat kontak telusur yaitu T kedua (tracing) dari 3T," ucap Ahmad kepada Kompas.com, Jumat (12/3/2021).


Untuk diketahui, sebelumnya Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya mutasi virus corona N439K.


"Belum lama ini pemerintah mengumumkan varian B.1.1.7 dan di dunia telah terdapat varian baru lagi yang berkembang ditemukan di lnggris (Raya) yakni N439K," ujar Daeng dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Daeng mengatakan, varian virus corona N439K sudah ditemukan di 30 negara dan lebih "pintar" dari virus corona yang ada sebelumnya.

"Varian N439K ini yang sudah lebih di 30 negara ternyata lebih smart dari varian sebelumnya karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat dan tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi," kata Daeng.


Ahmad juga sependapat. Kendati tidak memiliki ciri khas dalam dampak gejala infeksinya, diketahui bahwa mutasi yang pertama kali terdeteksi di Skotlandia ini relatif lebih mudah menular.

"Memang (varian N439K) relatif lebih mudah menular sehingga jumlah yang sakit bisa lebih banyak," kata Ahmad.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenkes: Varian Virus Corona N439K Terdeteksi di Indonesia Sejak November 2020", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/13/18410911/kemenkes-varian-virus-corona-n439k-terdeteksi-di-indonesia-sejak-november?page=2.