Find Us On Social Media :
(Ist / Diskominfo Babel)

Gubernur Erzaldi Harap Petani Sukseskan Program Budidaya Jahe Merah

Edwin Kamis, 18 Maret 2021 | 09:19 WIB

SonoraBangka.id - Gubernur Babel Erzaldi Rosman mendorong masyarakat petani harus ikut serta menyukseskan program jahe merah, hal ini diungkapkannya saat menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengelolaan Keuangan dan Pelayanan Jasa Perbankan Serta Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tanaman Jahe Merah antara PT Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung bersama PT Berkah Rempah Makmur, di kediaman Ibu Sila, Arung Dalam, Koba, Bangka Tengah, Rabu kemarin(17/03/21).

Gubernur Erzaldi mengatakan, dalam rangka mengoptimalkan program ekonomi nasional, saat ini pemerintah terus berupaya untuk menyejahterakan masyarakatnya di tengah pandemi covid-19.

"Bersyukur bahwa kita semua terbuka pikiran untuk melakukan sesuatu, tentang bagaimana kita tetap berusaha berinovasi, tidak berdiam diri tapi melakukan sesuatu untuk terus berkarya demi menghadapi kehidupan dan tantangan ke depan," ungkapnya.

Kehadiran program peningkatan ekonomi nasional ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama pemerintah kabupaten/ kota tentunya terus berupaya memfokuskan dua komoditi, yaitu porang dan jahe merah.
Dikatakan Gubernur Erzaldi, komoditi yang diupayakan ini tentunya tidak dipilih sembarangan, tetapi sudah dilakukan berbagai observasi dan yang terpenting adalah kedua komoditi ini begitu masa panen, telah memiliki pasar.

"Saya tidak mau, ketika petani panen tetapi tidak ada yang membeli. Sedang kan mereka menggunakan fasilitas KUR untuk permodalan budi daya jahe merah ini," tegasnya.

Komposisi yang dihasilkan dari jahe merah pasti sama karena standar polanya dibuat sedemikian rupa. Gubernur Erzaldi juga tidak ingin resiko ditangan petani, sehingga sejak diresmikan program ini, pemerintah telah menyiapkan bibit unggul hingga fasilitas KUR.

"Bangka Tengah adalah Kabupaten pertama yang menangkap peluang budi daya komoditi ini," ungkapnya.

Terkait pembiayaan yang dilakukan Bank Sumsel Babel untuk para petani, telah disepakati juga bahwa petani tidak memegang uang dalam jumlah banyak dari pencairan pembiayaan KUR ini.

"Hanya kurang lebih satu juta, untuk biaya kerja. Cukup tidak cukup," ungkapnya menegaskan agar manajemen modal petani terkontrol bersama semua pihak.