Find Us On Social Media :
Gubernur Babel Erzaldi Rosman (Ist)

Gubernur Babel : Kita Akan Ke Pengadilan Internasional Jika Lada Dipermainkan

Edwin Senin, 29 Maret 2021 | 10:14 WIB



SonoraBangka.id - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengirim pesan 'peringatan' kepada pihak-pihak asing yang coba-coba berani mempermainkan lada Babel di Pasar Internasional.

"Kita akan ke Pengadilan Internasional jika ditemukan lada yang berasal dari Babel tetapi berlabelkan negara lain, karena kekuatan kita dari IG (Indikasi Geografis)," kata Gubernur Erzaldi beberapa hari lalu.

Gubernur berharap, kecerdasan semua pihak untuk membuat harga lada bisa terus naik dan tidak dipermainkan orang lain, Babel-lah yang memegang kendali.

"Seperti lada, jangan sampai tidak terkendali. Kita harus kembalikan harga Lada Muntok White Pepper ini kembali seperti dulu lagi. Lada di Eropa sudah tidak lagi dikenal berasal dari Babel, sejak tambang rakyat mulai dibuka. Karena lada asal Babel menjadi peluang negara lain untuk dijadikan campuran. Saya tegaskan saya tidak ingin lada kita dicampur-campur orang lain," tegas Gubernur.

Sementara kabar gembira terus berhembus bagi dunia pertanian di Provinsi Babel Karena kini harga lada beranjak naik.

"Harga lada Babel saat ini mendekati Rp70 ribu, antara Rp68-69 ribu. Itu harga rata-rata penjualan ke pengumpul," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Juaidi.

Harga lada yang berangsur-angsur naik ini diawali dari Bangka Belitung menerima perubahan "Buku Putih" (deskripsi) IG (Indikasi Geografis) Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) dengan sertifikat IG No ID G-000 000 004 dari Kemenkumham RI cq DJHKI, belum lama ini.

"Dengan adanya buku putih tersebut, membuat tata kelola lada, semua lada yang diperdagangkan dari Babel harus memakai IG yang dikeluarkan oleh Kemenkumham, sehingga tidak ada lagi yang bisa mempermainkan harga lada dan ekspor lada sembarangan. Nah, hal inilah menjadi pemicu harga lada berangsur naik,"ungkapnya.

"Saat ini sudah ditata kembali pola pemasarannya dengan pemberlakuan IG, sehingga tidak ada lagi penjualan lada tanpa IG. Karena akan berdampak brand lada Babel akan kembali terangkat di mata internasional," tambahnya.