Find Us On Social Media :
Dibalik Syuting Panjang 40 Hari Film Balada Si Roy, Fajar Nugros Berikan Alasannya! (HAI Online)

Dibalik Syuting Panjang 40 Hari Film Balada Si Roy, Fajar Nugros Berikan Alasannya!

Fitri Eka Sari Jumat, 2 April 2021 | 12:50 WIB

BangkaSonoraID

Film drama remaja, Balada Si Roy (BSR) telah melewati proses syuting dan tengah dipersiapkan tayang di bioskop Tanah Air dalam waktu dekat nanti.
 
Sutradara Fajar Nugros yang menggarap film adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya penulis Gol A Gong itu mengungkap, bahwa ada alasan di balik proses panjang syuting BSR yag memakan waktu lebih dari 40 hari.
 
"Syutingnya relatif panjang sih, film lainnya bisa setengahnya sampai 23 hari. Yang ini lumayan panjang, jadi semoga sih hasilnya worth it," kata Fajar Nugros di IG Live bareng HAI saat Hari Film Nasional, Selasa (30/3/2021) kemarin.
Menurutnya film Balada Si Roy dipersiapkan bukan untuk ditonton streaming yang kini banyak disaksikan orang. Bukan bermaksud mengesampingkan produk VOD  namun fikm BSR dikonsep untuk tontonan di layar lebar. 
 
Fajar beralasan, penggarapan serius film BSR akan memiliki banyak unsur hiburan yang cocok dan tepat jika disaksikan di dalam studio bioskop bersama dengan teman, pacar atau keluarga.
 
"Karena full pack entertainment, ada actionnya, ada balap, banyak eksteriornya. Jadi semoga sih (filmnya) bisa memberi pengalaman yang berbeda saat menonton film ini di bioskop," katanya belum membocorkan jadwak tayangnya.
 
Mesi begitu, Fajar Nugros juga bercerita proses syurmting BSR yang digarapnya pada masa pandemi seperti ini.
 
Fajar Nugros berujar, membuat karya yang proper di tengah pandemi covid-19 itu punya tantangan sendiri. Meski begitu ia bersama tim IDN Picturea berusaha menyelesaikan syuting dengan sukses dan akhir yang baik.
 
Sukses yang dimaksud berarti harus patuh mengikuti protokol kesehatan sehingga saat selama dan selesai syuting tidak ada yang terkena wabah covid-19.
 
"Nggak mau mentang-mentang pandemi, tapi ya udah bikinnya begini aja, nggak fight terhadap konsep ceritanya yang udah didesain bagus, jadi mungkin ini takdinya juga kenapa Balada Si Roy harus dishooted di erapl pandemi," bebernya lagi.
 
Menurut Fajar ada kekurangan dan sekaligus kelebihan melakukan proses syuting di masa pembatasan ini.
"Megahnya, kita punya waktu yang banyak dan tanpa gangguan sehingga bisa melakukan adegan full di sekolah. Misalnya juga ada ruang-ruang kosong di kota yang sedang tidak ada aktivitas publiknya, tetapi di satu sisi kita juga harus menjaga pemain dan semua kru agar tetap sehat. Jadi mau disebut tantangan dan effort-nya besar, iya benar tapi alhamdulillah bisa selesai," syukurnya. 
 
Tak hanya proses syuting yang dikatakan panjang, pada pencarian pemeran Roy dalam film ini juga dikatan Fajar Nugrostekah memakan waktu hampir 3 tahun sampai akhirnya bertemu Abidzar Alghifari, putera almarhum Ustaz Uje sebagai jodoh aktor peran utamanya.
 
Diakui Fajar, pencarian pemeran utama ini juga memakan waktu yang panjang, namun semua itu beralasan.

"Kita cukup lama mencarinya, sekitar 2 tahun lebih sejak kita memutuskan untuk memfilmkan Balada Si Roy," ucap Fajar Nugros di acara yang sama.
 
Meski ada banyak masukan soal bagaimana mencari tokoh peran yang karakternya sesuai dengan yang diimajinasikan para pembaca bukunya, Fajar Nugros menampung semuanya sebagai referensi sampai bisa menemukan sosok yang pas untuk memerankan Roy.
"Saya nggak boleh egois bahwa saya-lah yang paling ngerti Roy seperti apa, saya baca semua artikel fans BSR, saya lihat video YouTube mereka, saya biarkan gambaran Roy hidup, memasuki kepala saya," ungkapnya masih belum dapat menyimpulkan si tokoh utama waktu itu.

Seiring berjalannya waktu, pemeran utama Roy datang juga dan Fajar Nugros sudah dapat menyimpulkan sendiri karakternya.

"Dia memang laki, tapi pengen melindungi ceweknya. Kalo disimpulkan dalam tiga kata, Roy itu takwa, cerdas, trampil," sambungnya lagi.

Begitu juga dengan yang diungkap penulis novel Balada Si Roy, Gola Gong, karakter Roy di ceritanya itu sangat kuat.

"Dia itu bandel, petualang dan melindungi," katanya singkat di acara yang sama.

Tahu cerita di novelnya akan segera difilmkan, Gola Gong telah menyetujui gambaran dan pesan yang akan disampaikan dalam filmnya nanti.

(*)