Find Us On Social Media :
Ilustrasi Pedagang Dagimg Ayam di Pangkalpinang (Dok. Bangkapos.com)

Disperindag Pangkalpinang Ungkap Dua Faktor Penyebab Naiknya Harga Ayam

Yudi Wahyono Sabtu, 8 Mei 2021 | 12:41 WIB

SONORABANGKA.ID - Sebelum memasuki bulan Ramdhan tahun 2021 ini, harga ayam di pasar tradisional Kota Pangkalpinang sudah mulai bergerak naik.

Sebelumnya, harga ayam hanya berkisar dari Rp30-35 ribu saja per kilogramnya, kini harga ayam per kilogramnya hingga Rp40 ribu.

Kabid Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pangakalpinang, Ulphi Heriyanto mengatakan bahwa ada dua penyebab hal yang menyebabkan harga ayam tinggi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pedagang ayam, jadi harga naik itu ada dua penyebabnya yang pertama memang sejak November lalu ada peraturan Kementerian Pertanian tentang pengurangan kuota pemotongan bibit ayam atau BOC hingga ada pemain nakal pedagang ayam," ungkap Ulphi dikutip dari Bangkapos.com, Kamis (6/5/2021).

Kata Ulphie, sebelumnya kuota ayam per satu minggu berkisar 280 ton. Sedangkan saat ini per minggu hanya 140 ton.

"Ini sesuai dengan data yang kami dapatkan dari PT Semesta Mitra Sejahtera, nanti kami Disperindag akan kembali melakukan operasi pasar untuk kembali mengintervensi harga daging ayam di pasaran yang melonjak naik," sebutnya.

Menurutnya, harga yang dipatok broker ke pedagang untuk ayam bulat adalah Rp28 ribu per kilogram, dan Rp31 ribu per kilogram, sedangkan HET ayam broiler Rp35 ribu per kilogram.

"Karena pengaruh ongkos produksi, lama pembibitan ayam dan pengurangan kuota, dan memang dari produsen sendiri tidak bisa mematok harga sebelumnya," ucapnya.

Sementara, Ulphi mengatakan untuk harga bahan pokok lainnya masih stabil tidak ada kenaikan.

"Kalau daging sapi juga ada peningakatan itu disebabkan karena stok daging sapi yang terbatas, hingga membuat harganya menjadi goyang," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Harga Ayam di Pangkalpinang Naik, Disperindag Ungkap Dua Faktor Penyebab