Find Us On Social Media :
Sudah Ikut Vaksinasi, Pelajar Curhat ke Jokowi: Kami Sangat Rindu Belajar di Sekolah, Pak! (HAI Online)

Sudah Ikut Vaksinasi, Pelajar Curhat ke Jokowi: Kami Sangat Rindu Belajar di Sekolah, Pak!

Fitri Eka Sari Kamis, 15 Juli 2021 | 15:29 WIB

SonoraBangka.ID - 

 Vaksinasi pelajar usia 12-17 tahun tengah digencarkan oleh pemerintah kita untuk mendapatkan herd immunity atau kebal secara komunal dari Covid-19.
 
Vaksinasi pelajar juga diharapkan dapat berangsur mengembalikan para siswa untuk belajar di sekolahnya dan mengurangi pembelajaran jarak jauh.
 
Namun, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa hingga saat ini pemerintah masih belum bisa membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di berbagai daerah.

Nah, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di SMA 1 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (14/7/2021), secara daring Jokowi mengajak diskusi para pelajar terkait isu pandemi dan sekolah.

Dikutip dari Kompas.com, ada seorang siswi yang bertanya kepada Jokowi sambil melontarkan curhatan hatinya. Dia bertanya, apakah setelah menerima vaksin murid-murid bisa kembali belajar tatap muka?

Siswi itu juga mengaku, sudah lama sekali ia ingin kembali ke sekolah lantaran banyak kendala selama belajar daring.

"Apakah ada kemungkinan pembelajaran tatap muka, Pak? Karena kami sangat rindu belajar di sekolah, Pak," kata siswi yang bernama Ayu Lestari.

Jokowi lantas secara ringkas menjawab kapan kemungkinan belajar tatap muka dimulai.

 "Nanti kalo Covid-nya sudah mereda, nanti kita bolehkan tatap muka di sekolah di seluruh Tanah Air," jawab Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa⁹ sebelumnya pemerintah berencana membuka sekolah tatap mula pada Juli ini. Tetapi, belakangan kasus Covid-19 justru meningkat tajam.

Presiden mengaku paham bahwa banyak murid yang sudah ingin kembali ke sekolah, bertemu dengan murid-murid lain, guru, teman dan belajar tatap muka.

Namun, ia mengingatkan, seluruh pihak harus berhati-hati dalam menghadapi lonjakan pandemi.

"Penyebaran Covid-19 ini masih terjadi tidak hanya di negara kita, tapi juga negara-negara lain di seluruh dunia, sehingga kita ngerem dulu untuk belajar tatap muka," ujarnya.