Find Us On Social Media :
Ilustrasi vaksin Sinovac diizinkan BPOM untuk digunakan dalam vaksinasi anak di Indonesia, yakni pada kelompok anak usia 12-17 tahun. Hasil uji klinis awal di China menunjukkan, suntikan penguat dosis ketiga vaksin Covid-19 memberikan peningkatan antibodi hingga 10 kali lipat pada anak dalam waktu seminggu. (SHUTTERSTOCK/Tatevosian Yana)

Sebelum dan Sesudah Vaksin Covid-19 Anak, Ini Yang Harus Diperhatikan!

Riska Tri Handayani Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:32 WIB

SonoraBangka.id - Saat ini pemerintah sedang melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia di atas 12 tahun.

Sama seperti orang dewasa, anak juga harus melalui proses skrining untuk mengecek kondisi kesehatannya.

Barulah setelah lolos, anak bisa mendapat suntikan vaksin covid-19

Vaksin yang diberikan sama dengan orang dewasa, yaitu vaksin Sinovac.

Hal ini telah teruji klinis fase 1 dan fase 2 pada anak usia 13-17 tahun di Zanhuang, China.

Saat percobaan di China beberapa waktu lalu, anak usia 12-17 tahun mengalami nyeri pada lokasi suntik bahkan hasil setelah vaksin juga aman serta imunogenitas yang ditimbuhlkan oleh tubuh juga baik.

Sebelum vaksin orangtua harus memastikan anak tidak memiliki keluhan dan tidak ada riwayat penyakit penyerta.

Pastikan sebelum vaksin, perut sudah terisi, jangan melakukan vaksin dengan kondisi perut kosong.

Biasanya terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada anak usia 12-17 tahun yaitu nyeri pada lokasi suntik dan berlangsung kurang lebih 1 hari.

Orangtua wajib memantau kondisi anak setelah vaksinasi Covid-19.

 
 

Sebelum vaksin orangtua harus memastikan anak tidak memiliki keluhan dan tidak ada riwayat penyakit penyerta.

 

Perhatikan gejala demam, badan tidak enak, atau reaksi alergi lainnya.

Dianjurkan untuk segera hubungi nakes yang tertera di kartu vaksinasi untuk penanganan lebih lanjut jika parah dan tak kunjung membaik.