Find Us On Social Media :
Ernest Prakasa berpose di sela-sela media visit promo film ''Milly dan Mamet'', di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Senin (17/12/2018). Ernest Prakasa menjadi sutradara dalam film drama komedi Milly dan Mamet ini. ((KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES) )

Ernest Prakasa Kisahkan Nasib Karyawan Toko Kelontong Ibunya yang Ditutup

Ria Kusuma Astuti Rabu, 15 September 2021 | 18:05 WIB

SONORABANGKA.ID - Toko kelontong milik ibu Ernest Prakasa, Jenny Lim, yang bernama Toko Baru yag sudah berdiri sejak 1985.

Toko tersebut sudah berjalan selama 36 tahun dan memiliki beberapa karyawan yang telah bekerja cukup lama di dalamnya.

Belum lama ini, Toko Baru harus ditutup. Ernest juga membeberkan nasib para karyawan Toko Baru.
“Mereka sebagian besar ingin mudik, bertani, buka warung, dan lainnya,” kata Ernest dalam tayangan IG TV akun @ernestprakasa, dikutip Rabu (15/9/2021).

Ernest mengatakan, banyak di antara mereka yang mengaku telah jenuh dengan suasana ibu kota.

Setelah Ernest mengumumkan penutupan toko ibunya, banyak orang yang menawarkan pekerjaan untuk karyawan toko tersebut.


Suami dari Meira Anastasia ini juga mengucapkan terima kasih. “Terima kasih banyak sudah banyak teman yang menawarkan pekerjaan untuk karyawan toko gue yang sudah belasan tahun mengabdi,” tambah Ernest.

Sutradara film Imperfect ini mengaku sedih sekaligus lega ketikaToko Baru harus ditutup.


“Di satu sisi gue sedih, di satu sisi lega dan lepas. Gue berpikir positif, kalau enggak ada Covid ya mungkin nyokap gue enggak akan terbebas dari ini,” ujar Ernest.

“Jadi ya sudahlah. Sekarang nyokap gue bisa bangun siang, nanti kalau sudah enggak pandemi bisa liburan dan enggak harus tunggu lebaran,”lanjutnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ernest Prakasa Ungkap Nasib Karyawan Toko Kelontong Ibunya yang Baru Ditutup", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/hype/read/2021/09/15/155222366/ernest-prakasa-ungkap-nasib-karyawan-toko-kelontong-ibunya-yang-baru.