Find Us On Social Media :
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengebut sejumlah pengerjaan sarana dan prasarana untuk menunjang operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek tersebut ditargetkan bisa selesai pada tahun 2022 mendatang ((Dokumentasi PT KCIC))

Sah, Proyek Kereta Cepat Diguyur Dana APBN Hingga Rp 3,4 Triliun

Ria Kusuma Astuti Senin, 1 November 2021 | 15:51 WIB

SONORABANGKA.ID - Walaupun menuai banjir kritik dan dinilai melanggar janji, pemerintah bergeming dan tetap mengucurkan uang APBN untuk menambal pembengkakan biaya investasi Kereta Cepat Jakarta Bandung.

 Dilansir dari Antara, Senin (1/11/2021), proyek pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung mendapatkan persetujuan oleh  pemerintah terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) dan komitmen pendanaan dari China Development Bank (CBD).

"Masuknya investasi pemerintah melalui PMN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku pemimpin konsorsium (leading consortium) Kereta Cepat Jakarta Bandung bisa mempercepat penyelesaian pengerjaan proyek setelah sempat tersendat akibat pandemi Covid-19," ucap Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam keterangannya di Jakarta.


Menurut Dwiyana, struktur pembiayaan KCJB ialah 75 persen dari nilai proyek dibiayai oleh CDB dan 25 persen dibiayai dari ekuitas konsorsium. 


Dari 25 persen ekuitas dari ekuitas tersebut, sebesar 60 persen berasal dari konsorsium Indonesia lantaran menjadi pemegang saham mayoritas.

Dengan begitu, pendanaan dari konsorsium Indonesia ini sekitar 15 persen dari proyek, sedangkan sisanya sebesar 85 persen dibiayai dari ekuitas dan pinjaman pihak China, tanpa jaminan dari Pemerintah Indonesia.


PMN yang akan dialokasikan pemerintah sebesar Rp 3,4 triliun, digunakan untuk pembayaran base equity capital atau kewajiban modal dasar dari konsorsium.

Sedangkan pinjaman CBD diperkirakan mencapai 4,55 miliar dolar AS atau setara Rp 64,9 triliun.


Kini disebutkan, progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat ini sudah mencapai lebih dari 79 persen.


“Rangkaian kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek tersebut sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang di Qingdao, China, dengan sistem manajemen mutu terstandardisasi internasional ISO 9001,”tambah Dwiyana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sah, Proyek Kereta Cepat Diguyur Duit APBN Rp 3,4 Triliun", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/11/01/150157826/sah-proyek-kereta-cepat-diguyur-duit-apbn-rp-34-triliun.