Find Us On Social Media :
Produsen sepeda motor di Eropa terancam mengalami krisis magnesium(Dok. ACEM) (kompas.com)

Pabrikan Motor di Eropa Terancam Mengalami Krisis Magnesium

Oliver Doanatama Siahaan Senin, 8 November 2021 | 22:36 WIB

SONORABANGKA.ID - Akibat dari pandemi Covid-19 mengganggu perekonomian global, khususnya pada awal Maret 2020. Termasuk pada sektor otomotif, di mana penjualan mengalami penurunan.

Pada paruh kedua 2020, situasi pandemi mulai membaik dan banyak produsen sepeda motor yang bangkit kembali sampai 2021. Sayangnya, rantai pasokan, biaya produksi, dan pengiriman belum bernasib baik.

Dikutip dari Rideapart.com, Senin (8/11/2021), situasi di sektor otomotif mulai memburuk dengan adanya krisis magnesium. Material yang satu ini banyak dibutuhkan oleh motor-motor berperforma tinggi, seperti pelek dan komponen mesin. Selain itu, diandalkan juga untuk konstruksi sasis.

Sekarang ini, China memasok 95 persen magnesium untuk Eropa. Tapi, pasokannya jauh dari permintaan.

Dengan sedikit stok yang ada sekarang ini, perusahaan-perusahaan China belum mengimpor magnesium ke Eropa sejak September 2021. Efeknya, harga logam tersebut meroket hingga tujuh kali lipat dari harga awal tahun.

European Association of Motorcycle Manufactureres (ACEM) atau Asosiasi Produsen Sepeda Motor Eropa, khawatir kekurangan tersebut dapat melumpuhkan industri, terutama dengan pasokan semikonduktor yang masih terbatas.

Pada April 2021, berita mengenai kekurangan semikoonduktor global mendominasi berita utama. Dengan adanya krisis tersebut, beberapa produsen motor, seperti KTM, Husqvarna, dan Bajaj, melaporkan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat dari yang diharapkan.

Untuk menghadapi rintangan yang sama dan meningkatnya biaya produksi, Harley-Davidson mengumumkan bahwa pihaknya dapat menerapkan biaya tambahan dua persen pada model saat ini, mulai Juli 2021.

Untuk mengenakan biaya tambahan, OEM harus memproduksi sepeda motor terlebih dahulu, dan ACEM percaya bahwa lingkungan saat ini akan mengakibatkan penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja.

Organisasi tersebut meminta produsen Eropa untuk menemukan solusi jangka pendek untuk masalah ini. Sayangnya, analis tidak melihat rantai pasokan semikonduktor pulih sepenuhnya hingga pertengahan 2022 atau 2023.

Dalam kondisi seperti itu, setiap merek harus menangani situasi sesuai dengan kapasitasnya saat ini. Tak menutup kemungkinan harga motor-motor Eropa bisa melambung tinggi atau produksinya yang terhambat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pabrikan Motor di Eropa Terancam Krisis Magnesium", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/11/08/120200215/pabrikan-motor-di-eropa-terancam-krisis-magnesium.