Find Us On Social Media :
Ilustrasi pajak, ilustrasi UU HPP (KOMPAS.com)

Sudah 9.909 Wajib Pajak Ikut "Tax Amnesty Jilid II", Harta yang Dilaporkan Capai Rp 9,2 Triliun

Marselus Wibowo Jumat, 4 Februari 2022 | 16:50 WIB

SonoraBangka.ID - Sudah memasuki bulan kedua, jumlah Wajib Pajak (WP) yang mengungkapkan hartanya dalam Program Pengungkapan Sukarela (PPS), atau lebih awam dengan Tax Amnesty Jilid II, makin bertambah.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat, hingga 3 Februari 2022, sebanyak 9.909 WP sudah mengungkapkan hartanya.

Berdasarkan informasi PPS di laman resmi DJP, sudah ada 10.880 surat keterangan yang telah dikumpulkan dengan nilai harta bersih yang telah diungkapkan mencapai Rp 9,22 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 7,89 triliun merupakan aset deklarasi dalam negeri dan repatriasi. Sedangkan Rp 755,77 miliar merupakan harta peserta yang termasuk deklarasi luar negeri.

Lebih lanjut, hingga 3 Februari 2022, harta peserta PPS yang sudah diinvestasikan mencapai Rp 578,51 miliar. Asal tahu saja, peserta PPS ini bisa memilih untuk berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN) atau berinvestasi di perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi sumber daya alam (SDA) atau energi baru dan terbarukan (EBT).

Namun, hingga saat ini, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Neilmaldrin Noor mengaku belum mendapat perincian investasi yang sudah dilakukan oleh pelaku PPS.

“Untuk terkait perincian investasi, kami belum mendapatkan perinciannya,” kata Neilmaldrin kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.

Secara keseluruhan, dari pengungkapan harta hingga periode tersebut, perolehan Pajak Penghasilan (PPh) oleh pemerintah sudah mencapai Rp 977,51 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sudah 9.909 Wajib Pajak Ikut "Tax Amnesty Jilid II", Harta yang Dilaporkan Capai Rp 9,2 Triliun", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2022/02/04/153930926/sudah-9909-wajib-pajak-ikut-tax-amnesty-jilid-ii-harta-yang-dilaporkan-capai.