Find Us On Social Media :
Ilustrasi teknisi sedang memasang ban motor pada pelek menggunakan mesin khusus.(KOMPAS.com/DIO DANANJAYA) (kompas.com)

Mitos atau Fakta, Ban Motor Bagian Belakang Lebih Cepat Botak

Oliver Doanatama Siahaan Senin, 16 Mei 2022 | 22:43 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Ban merupakan komponen penting yang ada pada sepeda motor. Maka dari itu, penting untuk memastikan ban motor dalam kondisi prima. Kalau ban motor yang sudah aus atau botak, sebaiknya diganti dengan yang baru.

Ban motor yang botak akan mengganggu performa yang mana berbahaya bagi keselamatan berkendara. Motor akan gampang tergelincir saat melibas jalanan yang basah.

Technical Service & Development Department Head Ban FDR Jimmy Handoyo mengatakan, ban belakang motor akan lebih cepat aus dibanding ban depan. Maka dari itu, frekuensi penggantian ban belakang bisa sampai dua kali dari ban depan.

“Ban belakang lebih cepat aus ada beberapa penyebab. Pertama fungsi ban belakang sebagai traksi dan penggerak sehingga akan berputar lebih dulu,” ucap Jimmy kepada Kompas.com.

Bila ban belakang bekerja lebih ekstra, ban depan berfungsi sebagai pengendali arah. Walaupun memang bergesekan ketika mengendalikan arah, kinerjanya tidak seberat ban belakang. Penyebab selanjutnya adalah letak ban belakang yang dekat dengan mesin dan knalpot.

“Mesin dan knalpot yang panas membuat kompon ban memuai karena terbuat dari karet. Ketiga adalah frekuensi pemakaian rem belakang lebih sering, sehingga ban belakang cepat terkikis,” kata Jimmy.

Penyebab terakhir yaitu ban belakang berfungsi sebagai penahan beban. Mengingat beban motor condong ke sisi belakang, hal ini membuat ban belakang lebih cepat terkikis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mitos atau Fakta, Ban Motor Belakang Lebih Cepat Botak", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2022/05/16/112200615/mitos-atau-fakta-ban-motor-belakang-lebih-cepat-botak.