Find Us On Social Media :
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati perusahaan keuangan seperti perbankan, telekomunikasi, dan e-commerce saat ini mendominasi kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). (KOMPAS.com)

Sri Mulyani: Ekonomi Digital Tidak Hanya Identik dengan Startup

Marselus Wibowo Selasa, 11 Oktober 2022 | 08:06 WIB

SonoraBangka.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan perusahaan keuangan seperti perbankan, telekomunikasi, dan e-commerce saat ini mendominasi kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal tersebut disampaikan dalam Pembukaan Profesi Keuangan Expo 2022 yang diikuti secara daring.

"Lima terbaik dari perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teknologi dan dunia digital," ujar Sri Mulyani, dikutip dari Antara, Senin (10/10/2022).  

Dengan demikian, aktivitas berbagai perusahaan tersebut tentu melibatkan banyak sektor dan sumber daya.

Kendati begitu, Menkeu menilai ekonomi digital tidak hanya identik dengan perusahaan rintisan alias startup dan e-commerce. Tetapi juga mencakup berbagai entitas yang sebelumnya sudah mapan dengan cara kerja konvensional dan kini beralih ke digital.

Perbankan misalnya, meskipun sudah lama memberikan layanan berbasis internet, saat ini perusahaan keuangan tersebut tetap harus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan melalui platform digital.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, ekonomi digital adalah salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat nilai ekonomi industri digital di Indonesia pada 2021 bisa mencapai 70 miliar dollar AS.

"Angka ini bahkan akan diperkirakan meningkat mencapai 145 miliar dollar AS pada 2025," ungkapnya.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki faktor demografi penduduk usia muda yang lebih besar dan telah terbiasa dengan teknologi (tech savy). Kemudian penetrasi pengguna internet di RI pun relatif tinggi, tercermin dari 73,7 persen dari populasi penduduk Indonesia merupakan pengguna internet.

Meski digitalisasi menghadirkan peluang dan membantu meningkatkan efisiensi serta kualitas, Menkeu tak menampik digitalisasi dan teknologi juga berpotensi menimbulkan risiko besar, distorsi, serta disrupsi.

Contohnya, risiko terkait penggunaan big data yang memiliki syarat adanya perlindungan yang memadai dan kuat terhadap privasi, machine learning yang bisa menciptakan overheating dimana komputer mengambil keanehan dalam data yang tidak mewakili pola di dunia nyata, serta underheating dimana model tidak cukup kompleks menangkap pola yang ada dalam data dan realitas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Mulyani: Ekonomi Digital Tidak Hanya Identik dengan Startup", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2022/10/10/210208426/sri-mulyani-ekonomi-digital-tidak-hanya-identik-dengan-startup.