Find Us On Social Media :
Kebiasaan membuka kap mesin di rest area dianggap efektif mendinginkan suhu mesin(Dicky Aditya Wijaya) (KOMPAS.COM)

Cara Yang Benar Dalam Menutup Kap Mesin, Ditekan atau Dibanting?

Oliver Doanatama Siahaan Minggu, 12 Februari 2023 | 22:42 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Menutup kap mesin memang bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti dibanting atau pun ditekan. Begitu juga informasi yang diterima masyarakat, menutup kap mesin ada beberapa cara.

Cuma saja perlu diperhatikan bagaimana cara yang benar dalam menutup kap mesin, pasalnya menutup kap mesin tidak perlu asal.

Salah satu alasannya, perlu menutup kap mesin dengan sempurna untuk menghindari celaka di jalan.

Lantas, bagaimana cara menutup kap mesin yang benar?

Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Jamaludin mengatakan menutup kap mesin cukup menjatuhkan kap mesin dari ketinggian tertentu.

“Untuk kondisi normal seperti itu, cukup dijatuhkan di jarak 30-40 cm, karena locking kap mesin biasanya akan seret bila tidak dilakukan pelumasan secara rutin, jika sudah seret maka tidak bisa hanya dijatukan,” ucap Jamal kepada Kompas.com, Minggu (12/2/2023).

Dia mengatakan perlu melakukan perawatan secara rutin, karena di dalamnya pasti dilakukan pelumasan pada pengunci kap mesin sehingga kap mesin tetap dapat bekerja secara normal.

“Locking kap mesin juga perlu pelumasan dan perawatan dari kemungkinan macet atau kering,” ucap Jamal.

Mekanik Aha Motor Yanto mengatakan menutup kap mesin yang benar bukan ditekan melainkan menjatuhkan kap mesin dari ketinggian tertentu.

“Bukan ditekan yang pasti, karena itu justru akan membuat kap mesin berpotensi penyok pada bagian yang empuk atau bukan tulangnya,” ucap Yanto kepada Kompas.com, Minggu (12/2/2023).

Dia mengatakan menutup kap mesin dengan menekan juga berpeluang kap mesin menutup tidak sempurna, khususnya pada mobil yang jarang melakukan pelumasan di mekanikal penguncinya.

“Di kap mesin ada semacam engsel, atau pengait yang mengunci kap mesin ketika ditutup, komponen itu bisa seret bila kurang pelumasan atau sudah kotor, maka dari bila menutup kap mesin dengan ditekan bisa saja pengait ini tidak bekerja, atau tertahan,” ucap Yanto.

Menutup kap mesin yang benar, menurut Yanto adalah dengan menjatuhkan kap mesin dari ketinggian tertentu, dan tidak perlu dibanting juga.

“Cukup jatuhkan kap mesin pada ketinggian 30 cm dari bumper, gaya jatuh kap mesin mampu menutup dengan baik, tidak perlu dibanting, kecuali mobil yang memiliki kap mesin yang ringan seperti pada mobil LCGC,” ucap Yanto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Menutup Kap Mesin yang Benar, Ditekan atau Dibanting?", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2023/02/12/123100415/cara-menutup-kap-mesin-yang-benar-ditekan-atau-dibanting-?page=all#page2.