Find Us On Social Media :
()

Waspada Agar Tidak Memelihara Ular

Yudi Wahyono Jumat, 7 Juli 2023 | 13:20 WIB

SonoraBangka.ID-  Hampir semua orang takut dengan hewan bisa di katakan seperti ular memiliki bisa yang mampu membunuh manusia dan hewan lainnya.

Memelihara ular dan hewan liar lainnya sebagai suatu binatang peliharaan menjadi gaya hidup yang banyak diikuti masyarakat.

Pedagangan hewan reptil banyak terjadi di berbagai belahan dunia,Hewan reptil ini umumnya diambil dari habitat aslinya, dan dikirim ke luar negara hingga benua untuk diperjual belikan.

Peta  organisasi yang menentang penyalahgunaan hewan,Dari Data tersebut menunjukan, ada 3.000 spesies ular di dunia, dan lebih satu juta ular dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Hal ini menunjukan,bahwa memelihara reptil bukanlah hal yang mudah, Apalagi, dalam salah satu survei yang dilakukan dokter hewan di Amerika Serikat menunjukan, sekitar 47 persen hewan peliharaan eksotis, seperti ular tidak terpenuhi kebutuhannya.

Dokter hewan juga percaya bahwa ular bukanlah hewan ideal untuk dipelihara, ular tidak suka disentuh, dibelai, maupun dipegang seperti anjing dan kucing.

Menangani hewan berbisa dan berbahaya seperti ular membutuhkan kesabaran, keberanian, dan pelatihan khusus,Orang yang tidak memiliki pelatihan dan protokol yang tepat tidak seharusnya memelihara hewan liar karena sangat membahayakan.

Di Amerika Serikat tercatat ada 7.000-8.000 kasus orang digigit ular berbisa, dan 5 orang dinyatakan meninggal setiap tahunnya, Sedangkan di Indonesia, data Indonesia Toxinologi mencatat, kasus digigit ular mencapai 135 ribu pe tahun.

Adanya kasus tersebut, 10 persennya berakhir dengan kematian,angka kematian tersebut sebagian besar penyebabnya adalah akibat pemeliharaan, atraksi, hingga transaksi jual beli.

Hewan liar memiliki pola komunikasi yang berbeda dengan manusia, sehingga menempatkannya dalam lingkungan yang asing bagi mereka berisiko menyebabkan insiden mematikan.