Find Us On Social Media :
Ban tubeless tertusuk paku(Kompas.com ) (KOMPAS.COM)

Alasan Ban Tubeless Robek pada Motor Menggunakan Ban Dalam

Oliver Doanatama Siahaan Selasa, 18 Juli 2023 | 20:04 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Ranjau paku kembali ramai ditemukan di jalanan Jakarta. Salah satu ranjau paku yang paling sering ditemukan ialah jenis ranjau paku yang terbuat dari jari-jari payung.

Ranjau paku ruji payung berbeda dengan paku tembok biasa. Ranjaunya dibuat dari jari-jari payung bekas yang kemudian dipotong dengan ukuran tertentu dan ditebar di ruas-ruas jalan protokol.

Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban IRC mengatakan, ranjau jari-jari payung memang berbahaya karena tak hanya membuat ban bocor namun bisa membuat robek.

Dodi mengatakan kalau ban sudah robek terlalu besar baik itu ban tipe tube atau ban tubeless maka sebaiknya ganti. Tapi, saat ini pihaknya tidak ada rekomendasi khusus berapa besar ban robek untuk ganti baru.

"Saya menemukan pengguna ban yang robek itu (ban tubeless) jadi pakai ban dalam. Misal dia baru beli sebulan atau dua bulan, kembangannya kan masih bagus tapi kena paku jadi robek. Ya sudah dia pakai ban dalam saja," ujar Dodi kepada Kompas.com, Senin (18/7/2023).

"Kami memang tidak merekomendasikan hal itu ya (ban tubeless tapi pakai ban dalam). Tapi itu yang ada di masyarakat," kata Dodi.

Dodi panggilannya mengatakan, jika ban sudah robek maka sulit ditambal bahkan untuk ban tubeless sekalipun. Sebab fungsi menambal ialah menutup lapisan ban yang terkena luka tusuk kecil bukan robek.

"Banyak beredar saat ini bentuk tambalannya buat yang kecil yang (lubangnya) bentuknya seperti cacing itu kan jadi dicolok. Kalau dimensi besar itu dikhawatirkan tambalan tidak sempurna jadi seperti bocor halus, atau nanti terlepas lagi," kata dia.

Dodi mengatakan, selain ban bisa bocor halus atau tambalan mengelupas, yang paling parah lama-kelamaan membuat ban jadi benjol atau sering disebut ban bunting.

"Sering kemudian timbul ban melendung atau ban bunting. Itu karena begitu dia (paku) masuk ke dalam kan robek dalamnya. Ada celah untuk angin atau air terjebak di situ. Ketika dipompa waktu ada udara atau air jadi melembung," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Ban Tubeless Robek pada Motor Pakai Ban Dalam", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2023/07/18/100200415/alasan-ban-tubeless-robek-pada-motor-pakai-ban-dalam.