Find Us On Social Media :
Monster Cone Ice Cream dari Udders Ice Cream Indonesia. (KOMPAS.com/Miftahul Rizky)

Berikut Ini 3 Tantangan Bisnis Es Krim Singapura di Indonesia

Julisna Ruswan Kamis, 24 Agustus 2023 | 07:52 WIB

SonoraBangka.id - Berbisnis makanan dan minuman tak lepas dari tantangan yang harus dihadapi. Udders Ice Cream Indonesia, misalnya. Jenny, perwakilan usaha waralaba asal Singapura ini membagikan cerita kesulitannya menyajikan es krim singapura dengan rasa sama persis di Indonesia. Mulai dari persiapan bahan hingga pengenalan merek, simak tiga hal yang menjadi tantangan bisnis es krim berikut ini.

1. Sempat impor es krim langsung

Jenny sengaja mengimpor langsung es krim yang dijualnya dari Singapura demi menghadirkan kualitas yang sama persis. "Kami mengalami kesulitan pas kedua kali impor karena ada regulasi yang harus dipenuhi," kata Jenny saat ditemui Kompas.com di Udders Ice Cream Indonesia PIK, Jumat (18/8/2023). Impor es krim pertamanya habis dalam dua bulan pertama. Kesulitan impor es krim membuatnya sempat vakum selama hampir satu tahun. Kini, dirinya memproduksi langsung es krim singapura tersebut di Indonesia dengan melatih pekerja yang membuatnya dan dipantau langsung oleh tim Udders Ice Cream Singapura.

2. Harus impor buah

Susu sapi yang digunakannya merupakan produk lokal. Namun, campuran bahan es krim berupa buah-buahan masih harus di impor dari luar negeri. Misalnya, mangga dan durian. Jenny menuturkan, dua buah ini masih belum bisa diganti dengan buah lokal Indonesia. "Mangganya itu dari India, jenisnya alfonso. Kami sempat RnD karena mangga kita juga spesial kan, bawa ke sana untuk tes, ternyata rasanya tidak bisa dibandingkan dengan jenis mangga ini," kata Jenny. Sementara itu, Udders Ice Cream Indonesia menggunakan stroberi di Indonesia untuk menjaga konsistensi rasanya.

3. Kenalkan merek luar

Jenny tak menampik bahwa ada banyak toko es krim di Indonesia, baik lokal maupun internasional. Ini menjadi tantangan bagi dia untuk mengenalkan merek es krim singapura yang terkenal bagi penduduk lokal di sana. "Kami percaya diri kalau soal produk. Jadi kami memikirkan harus bangun brand dulu karena kalau orang sudah coba, pasti mau bayar dengan harga sekian untuk kualitasnya," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Tantangan Bisnis Es Krim Singapura di Indonesia Menurut Penjual", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2023/08/22/083200875/3-tantangan-bisnis-es-krim-singapura-di-indonesia-menurut-penjual?page=all#page2.