Find Us On Social Media :
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina Patra Niaga meresmikan lembaga penyalur bahan bakar minyak SPBU BBM Satu Harga bernomor 16.297.033 melalui Program BBM Satu Harga di Desa Kelarik Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (24/8/2023).(DOK BPH MIGAS) (KOMPAS.COM)

Penyaluran Untuk BBM Satu Harga Diklaim Sudah Tersebar ke 512 Titik

Oliver Doanatama Siahaan Selasa, 16 Januari 2024 | 21:46 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Pemerintah mengklaim berhasil merealisasikan target 100 persen program BBM Satu Harga di 89 lokasi sepanjang tahun 2023.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk memperluas cakupan program BBM Satu Harga.

"Kita targetkan tahun 2024 ini harus terpasang lagi 100. Minimum 100 lokasi lagi agar target 2024 itu dapat tercapai," ujar Arifin, dalam keterangan resmi, Senin (15/01/2023).

Arifin menjelaskan, Program BBM Satu Harga merupakan inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Melalui program ini, diharapkan penyediaan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga yang sama di seluruh wilayah Indonesia bisa diterapkan.

Seperti diketahui, program ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Termasuk juga daerah kepulauan, yang sebelumnya sering kali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan BBM dengan harga yang terjangkau.

Berdasarkan data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), tercatat sudah ada 512 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di beberapa kepulauan terpencil di Indonesia.

Kepulauan dengan jumlah lembaga penyalur BBM Satu Harga terbanyak adalah Maluku serta Papua dengan 175 lembaga penyalur.

Lalu, disusul oleh daerah di Kepulauan Kalimantan dengan 108 lembaga penyalur, dan Kepulauan Nusa Tenggara dengan 94 lembaga penyalur.

"Kalau lihat sebarannya itu kita melihat bahwa umumnya di Jawa, Bali dan Madura itu tidak banyak lagi, Nusa Tenggara masih perlu banyak, masih perlu juga Maluku dan Papua juga dengan di Kalimantan," ucap Arifin.

Melalui program BBM Satu Harga, masyarakat di wilayah 3T dapat menikmati BBM bersubsidi dengan harga yang sama dengan masyarakat di wilayah lain. Hal ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap energi yang terjangkau dan berkualitas.

"Kita akan terus mengupayakan agar masyarakatnya bisa menerima BBM itu dengan harga yang sama di seluruh lokasi," kata Arifin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyaluran BBM Satu Harga Diklaim Sudah Tersebar ke 512 Titik", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2024/01/16/120200115/penyaluran-bbm-satu-harga-diklaim-sudah-tersebar-ke-512-titik.