Find Us On Social Media :
Tangkapan layar kejadian penganiyaan terhadap pengemudi ojek online dan suasana rumah pelaku yang dikepung (Kompas.com/ Istimewa)

Kronologi Driver Ojol Ditendang Seorang Pemuda, Berawal Saling Klakson

Yudi Wahyono Senin, 6 Juli 2020 | 15:59 WIB

SonoraBangka.ID - Sebuah video seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Mulyadi (43) ditendang hingga terjungkal oleh seorang pengendara mobil berinisial AK (23) viral di media sosial.

Dalam video tersebut seorang pria yang memakai kaus biru dan celana pendek tampak sangat marah terhadap driver ojol.

Pemuda tersebut kemudian menendang perut driver ojol hingga jatuh terjungkal dari sepeda motornya yang juga ikut ambruk seketika.

Setelah kejadian itu, pelaku lalu pergi begitu saja dari lokasi, smentara korban mengalami luka lecet dan sakit pada bagian yang ditendang.

Berdasarkan informasi, kejadian viral tersebut terjadi pada Jumat (3/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Menurut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, pemicu terjadinya keributan itu berawal dari perselisihan keduanya di jalan.

Perselisihan keduanya saat bekerdara dengan saling klakson pun berujung tendangan hingga sang pengemudi ojol terjungkal dan jatuh beserta motornya.

"Waktu itu pelaku mengendarai mobil jalannya terhalang oleh pengendara ojol pada saat mau mendahului," ucap Nandang, Minggu (5/7/2020).

Pelaku membunyikan klakson, bermaksud agar pengemudi ojol menepi dan dirinya bisa lewat.

Namun, korban membalas dengan membunyikan klakson sepeda motornya.

Pelaku kemudian menyalip dan mengadang korban lantaran tak terima dengan aksi adu klakson itu.

"Pelaku turun daru mobil dan memaki-maki korban. Setelah itu, pelaku menendang korban hingga korban terjatuh. Sepeda motornya juga ikut terjatuh," kata Nandang.

Akibat kejadian itu, korban yang bekerja sebagai pengemudi ojol mengalami luka lecet dan merasakan sakit pada bagian rusuk karena ditendang oleh pelaku.

Bukan hanya menendang, rupanya pelaku juga mengancam akan menembak pengemudi ojol itu.

"Pada saat itu tersangka turun dari mobil dan memaki-maki korban. Nah, di situ lah ada kata-kata pengancaman akan menembak korban. Padahal, sebenarnya tersangka memang tidak membawa senjata apa pun," jelas Nandang.

Polisi menegaskan, AK bukan merupakan oknum atau aparat. Ia adalah seorang pekerja swasta.

"Tersangka bukanlah oknum polisi atau dari institusi lainnya. Kalimat ancaman menembak itu keluar secara spontan dan saat itu tersangka langsung menendang korban hingga jatuh dari sepeda motor," ujar Nandang.

Peristiwa penganiayaan pengemudi ojol itu ternyata memancing kemarahan rekannya.

Ratusan pengemudi ojol yang ada di Pekanbaru menggeruduk rumah pelaku di Jalan Legasari, Kecamatan Tangkereng Selatan, Bukitraya, Pekanbaru, Riau.

 

Massa melempari kaca jendela bagian depan rumah serta merusak kaca spion mobil yang terparkir di halaman rumah.

Mereka marah dan meminta pertanggungjawaban pelaku lantaran tak terima rekannya diperlakukan demikian.