Find Us On Social Media :
Ilustrasi anak isap jari ()

Begini Cara Menghentikan Kebiasaan Mengisap Jempol pada Anak

Vivi Callvella Minggu, 26 Juli 2020 | 08:17 WIB

SonoraBangka.id - Mengisap jempol sebenarnya merupakan salah satu tahap perkembangan anak. Hal ini biasanya dilakukan Si Kecil untuk menenangkan diri dalam menghadapi suatu situasi. Umumnya, kebiasaan ini akan mulai berkurang pada usia 2-4 tahun.

Namun, kebanyakan orangtua cemas melihat anak mereka punya kebiasaan mengisap jempol. Jika dibiarkan berlarut-larut, mengisap jempol bisa membawa dampak negatif bagi Si Kecil.

Dokter gigi juga memperingatkan kebiasaan balita mengisap ibu jari berpotensi dapat mendorong gigi depan anak dari bentuk aslinya.

Pada sebagian anak, kebiasaan mengisap jempol memang akan berhenti dengan sendirinya.

Nah, berikut ini 6 langkah agar si kecil bisa segera menghentikan kebiasaan mengisap jempol :

1. Hindari memarahi anak

Sebisa mungkin, jangan memarahi anak jika anak mulai menghisab jempol. Walaupun kita merasa jengkel, tapi jangan tunjukkan kekesalan tersebut di depan anak. Karena semakin kita memarahi/ keras terhadap anak, maka semakin nyaman anak untuk menghisab jempol.  Buat anak merasa nyaman untuk melepaskan kebiasan itu sendiri tanpa harus di paksakan.

2. Hindari memberi hukuman

Pada banyak kasus, anak memasukkan jari ke mulutnya untuk mencari kenyamanan. Jangan sesekali melakukan ancaman hukuman kepada anak, karena itu akan membuat ia cemas, yang pada akhirnya akan semakin sulit untuk membuat anak menghilangkan kebiasaannya.

Jangan juga untuk mencoba mengolesi jari si anak dengan hal-hal yang bersifat pahit atau rasa yang tidak disukai anak. Karena hal itu justru lama kelamaan ia akan terbiasa dengan rasa itu. Atau bahkan ia akan berganti menghisab jari lain yang tidak diolesi.

3. Tunggu anak jenuh

Jika kita bertanya mengapa suka menghisab jempol, tentu si kecil tidak akan dapat menjelaskannya secara rinci. Nah, kamu bisa menunggu sampai si kecil merasa jenuh sambal terus beri pengertian yang lembut.