Find Us On Social Media :
Merakit motor balap MotoGP (BoxRepsol) (kompas.com)

Biaya Yang Diperlukan Untuk Tim Balap MotoGP Tembus Rp 111 Miliar

Oliver Doanatama Siahaan Jumat, 4 September 2020 | 18:57 WIB

SONORABANGKA.ID - Arena balap MotoGP digelar di berbagai sirkuit yang ada di berbagai negara. Perlu dana yang tak sedikit bagi pabrikan agar timnya bisa balapan.

Dikutip dari boxrepsol.com, satu unit mesin motor MotoGP harganya ada di kisaran 200.000 euro (Rp 3,4 miliaran) hingga 250.000 euro (Rp 4,3 miliaran).

Bagi tim satelit yang mau menyewa motor MotoGP dari pabrikan, biaya yang dibutuhkan adalah 2 juta euro (Rp 34,9 miliaran) per musim per pebalap.

Tim tersebut akan mendapat dua unit motor dan peningkatan yang sedang dikembangkan, namun belum termasuk spare part.

Di sisi lain, motor pabrikan, biasanya memiliki total biaya 3 juta euro (Rp 52,4 miliaran). Tentunya, butuh dana yang sangat besar jika suatu tim ingin memilikinya.

Supaya ada bayangan seberapa besar biayanya, ada beberapa rincian dari komponen motor. Perangkat elektronik harganya mencapai 100.000 euro (Rp 1,7 miliaran), sudah termasuk sensor, kabel, dan panel.

Bagi panelnya sendiri, bisa mencapai 2.500 euro (Rp 43,6 jutaan). Tidak ada perangkat elektronik yang harganya kurang dari 1.000 euro (Rp 17,4 jutaan).

Kinerja pengereman tak kalah mahalnya, untuk itu FIM membatasi harganya. Untuk seperangkat rem depan, sudah dipatok 70.000 euro (Rp 1,2 miliaran), di luar pajak.

Dengan harga sekian, sudah mendapatkan tiga pasang kaliper, tiga silinder, 10 rem cakram karbon, dan 28 kampas rem. Kalau tim butuh lebih dari itu, maka harus membayarnya secara terpisah.

Tak lupa, tim balap juga harus menyiapkan biaya perbaikan. Saat pebalap terjatuh dan motor hanya terseret beberapa meter, biayanya sekitar 15.000 euro (Rp 262 jutaan) hingga 20.00 euro (Rp 349 jutaan).