Find Us On Social Media :
Penggunaan jalan di Jalan RE Martadinata Kota Pangkalpinang, menunjukan surat penyataan tidak mengulangi tak memakai masker, Selasa (15/9/2020). (Bangkapos.com/ Yuranda)

Tak Pakai Masker, Sejumlah Warga Kena Sanksi Push Up Hingga Buat Surat Pernyataan

Yudi Wahyono Rabu, 16 September 2020 | 09:27 WIB

SonoraBangka.ID - Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang menggelar Operasi Yustisi dan razia masker di Jalan RE Martadinata dan seputaran Pasar Jalan Trem Kota Pangkalpinang, Selasa (15/9/2020).

Terdapat sekitar 20 orang warga yang menerima sanksi dalam razia ini karena tidak menggunakan masker saat beraktivitas.

Sanksi yang diberikan petugas dalam operasi tersebut yakni berupa sanksi pust up, menyebutkan Pancasila dan diminta membuat surat pernyataan.

Dalam operasi Yustisi ini terlihat masih ditemukan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan mengabaikan kedisiplinan untuk mengenakan masker.

 

Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi menuturkan, dalam operasi ini pihaknya bertugas mendampingi Sat Pol PP dalam penegakan operasi yustisi.

 

Operasi Yustisi ini merupakan salah satu bentuk pengetatan adaptasi kebiasaan baru (AKB) Kota Pangkalpinang, karena dalam operasi ini yang dikedepankan pemerintah kota Pangkalpinang adalah kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

"Kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, dalam hal penegakan disiplin terkait Covid-19 yang sudah diatus dalam peraturan walikota Pangkalpinang," kata AKP Johan Wahyudi, di lokasi penertiban.

"Kegiatan ini akan dilakukan setiap hari, hingga 30 Oktober mendatang," imbuhnya.  

Menurutnya, tindakan ini dilakukan untuk memberikan efek jera, kepada masyarakat kota Pangkalpinang yang tidak patuh agar protokol kesehatan Covid-19.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan Walikota Pangkalpinang, dengan cara menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

Hal itu dilakukan, agar masyarakat terhindar dari virus corona dan sebagai upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini.