Find Us On Social Media :
Ilustrasi (Jupiterimages )

Inilah Pengembangan "Growth Mindset" pada Anak yang Ambisius

Riska Tri Handayani Rabu, 6 Januari 2021 | 15:33 WIB

SonoraBangka.id - Hal yang wajar jika seorang anak punya obsesi atau keinginan besar untuk memenangkan sesuatu , bahkan dalam beberapa hal bagus.

Tapi, sebaiknya orangtua tidak membiarkan anak jadi ambisius.

Apabila anak terpaku pada hasil dan tidak menerima kegagalan dengan cara apa pun, ada kemungkinan anak terjebak dalam fixed mindset, atau pola pikir tetap.

Pola pikir seperti ini menyebabkan anak kehilangan kesempatan untuk belajar.

Oleh sebab itu, orangtua perlu mengembangkan growth mindset atau pola pikir berkembang pada anak.

Mengenal growth mindset Istilah growth mindset pertama kali diciptakan Carol Dweck, PhD, psikolog di Stanford University, AS.

"Growth mindset mengacu pada gagasan bahwa kita dapat tumbuh dengan kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman kita," kata Abigail Gewirtz, PhD, penulis "When the World Feels Like a Scary Place".

Pola pikir tersebut berlawanan dengan fixed mindset, di mana orang percaya kecerdasan, keterampilan, dan bakat adalah bawaan.

"Anak yang memiliki growth mindset percaya kerja keras membuahkan hasil, mereka dapat mencapai lebih banyak dengan kemauan berusaha dan mencoba hal-hal baru," tambah Gewirtz.

"Hal ini penting karena motivasi tumbuh dengan penguasaan sesuatu.

Ada banyak individu berprestasi tinggi yang menganggap pencapaian mereka bukan karena bakat bawaan, tetapi karena latihan dan ketekunan."

Tanggapan Gewirtz juga disetujui oleh Tasha Brown, PhD, psikolog klinis bersertifikat di New York, AS.