Find Us On Social Media :
Ilustrasi bubur kacang hijau. (SHUTTERSTOCK/AMALLIA EKA)

Relatif Murah, Berikut 7 Bahan Makanan Indonesia Dengan Gizi Tinggi

Julisna Ruswan Senin, 25 Januari 2021 | 11:24 WIB

SonoraBangka.id - Hari Gizi Nasional diperingati pada 25 Januari. Peringatan ini bermula dari upaya untuk menanggulangi permasalahan gizi buruk yang terjadi di Indonesia pada awal kemerdekaan. Sebetulnya Indonesia memiliki banyak bahan pangan lokal yang juga bisa dijadikan sebagai 'superfood'. Bahan pangan lokal Indonesia juga lebih mudah ditemui daripada bahan impor. Harganya pun relatif lebih murah.  Berikut beberapa bahan makanan Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi

1. Tempe 

Kandungan protein dalam tempe agak lebih banyak karena padat kedelainya.  Melansir laman Healthline, dalam 84 gram tempe terkandung sekitar 15 gram protein. Tempe juga mengandung kalsium yang jumlahnya hampir sama dengan susu murni.  Terdapat juga kandungan zat besi, mangan, fosfor, dan magnesium yang memiliki manfaat bagi tubuh. Walau begitu tempe tetap rendah karbohidrat dan natrium . Meski harganya murah tetapi tempe memiliki nilai gizi yang mengesankan.

2. Ikan kembung

Protein hewani pada ikan secara umum komposisi tidak terlalu berbeda dengan protein hewani lainnya.  Namun, ikan disebut lebih menyehatkan karena mengandung asam lemak tak jenuh seperti omega, yodium, selenium, flurida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10. Bahkan kandungan omega 3 di dalamnya pun lebih tinggi dibandingkan dengan sumber protein hewani. Salah satu jenis ikan lokal yang bisa dikonsumsi ialah ikan kembung.  Dalam website resminya, Kementrian Kesehatan menuliskan bahwa ikan kembung memiliki kandungan omega 3 sebanyak 1,5 lebih tinggi daripada ikan salmon.  Harga ikan kembung juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan ikan import lainnya. 

3. Ubi ungu

Konon umbi lokal khas Indonesia seperti ubi ungu dan ubi jalar disebut memiliki nilai gizi yang tinggi.  Selain sebagai sumber karbohidrat, ubi juga juga kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dan melindungi DNA dari kerusakan, melansir Healthline. Sumber karbohidrat tidak cuma dari nasi saja, tapi juga terdapat pada umbi-umbian. Ubi ungu dan ubi jalar juga kaya akan beta karoten yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan mata, kerusakan saraf, dan memperkuat kekebalan tubuh.

4. Daun kelor

Salah satu sayuran hijau yang cukup populer di Indonesia adalah daun kelor. Sayur ini dapat diolah menjadi sup, jamu, teh herbal, hingga suplemen.  Dalam pengobatan tradisional, daun kelor dipercaya bisa mengobati diabetes, nyeri sendi, infeksi bakteri, hingga kanker. Di dalamnya terkandung banyak vitamin dan mineral penting yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan vitamin C dalam daun kelor juga tujuh kali lebih banyak daripada jeruk.  Kalium pun lebih tinggi jika dibandingkan dengan pisang. Selain itu, daun kelor juga mengandung kalsium, protein, zat besi, dan asam amino. Fungsinya mempercepat proses penyembuhan penyakit sekaligus membangun kekuatan otot.   

5. Ikan lele