Find Us On Social Media :
Ilustrasi gerd (shutterstock )

Benarkah Kecemasan Bisa Menimbulkan Gerd ? Yuk Cari Tahu Disini

Riska Tri Handayani Senin, 22 Februari 2021 | 13:25 WIB

SonoraBangka.id - Setiap orang tentunya mendambakan hidup yang sehat.

Namun, saat ini tidak sedikit orang yang mengalami gangguan pencernaan gastroesophageal reflux disease atau Gerd.

Nah, gerd ini sendiri terjadi ketika asam dari lambung naik ke kerongkongan.

Gejala-gejala Gerd antara lain heartburn, kesulitan menelan, dan timbul rasa terbakar di tenggorokan.

Siapa pun mungkin sesekali pernah mengalami heartburn.

Tetapi jika kita sering mengalaminya, maka hal itu dapat didiagnosis sebagai Gerd.

Mendiagnosis adalah hal penting karena Gerd dapat diobati dengan modifikasi perubahan gaya hidup, mengonsumsi obat bebas, atau pun obat resep.

Jika tidak diobati, Gerd dapat menyebabkan komplikasi seperti batuk kronis, esofagitis erosif, dan bahkan sedikit meningkatkan risiko kanker esofagus.

Penyebabnya

Penyebab struktural gejala sakit maag dan Gerd terletak di tempat kerongkongan bertemu dengan perut.

Kerongkongan adalah saluran berotot yang menghubungkan mulut ke perut.

Sfingter esofagus bagian bawah (LES) adalah cincin otot yang menutup perut dari esofagus saat kita tidak makan.

Saat makan, otot ini mengendur, yang memungkinkan makanan lewat dengan lancar dari kerongkongan ke perut.

LES kemudian menutup kembali sehingga makanan di perut tidak kembali ke kerongkongan.

Apabila LES tidak berfungsi dengan baik, Gerd dapat berkembang saat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Asam lambung dapat mengiritasi lapisan esofagus dan menyebabkan sensasi terbakar di dada yang dikenal sebagai heartburn.

Penyebab khas Gerd termasuk peningkatan tekanan perut (akibat obesitas atau kehamilan), obat-obatan tertentu, merokok, dan hernia hiatus.

Heartburn dapat dipicu oleh makan berlebihan, makan terlalu dekat dengan waktu tidur, minum alkohol, atau mengonsumsi makanan berminyak dan pedas.