Find Us On Social Media :
Ilustrasi varian baru virus corona, mutasi virus corona. (SHUTTERSTOCK/Orpheus FX)

Ternyata Mutasi Covid-19 E484K Lebih Menular, Kita Harus Lakukan Ini !

Riska Tri Handayani Senin, 5 April 2021 | 16:54 WIB

SonoraBangka.id - Beberapa hari yang lalu, pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 sekaligus mengantisipasi penularan mutasi E484K.

Varian yang dijuluki "Eek" oleh para peneliti itu disebut lebih cepat menular. Seperti dijabarkan dalam situs covid19.go.id, varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B.1.1.7.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi sebelumnya mengatakan, mutasi virus corona E484K sudah terdeteksi masuk ke Indonesia.

Adapun di Indonesia diduga sudah ada berbagai varian baru virus corona, seperti D614G, B117, dan N439K.

Terkait kemunculan varian ini, pemerintah terus meningkatkan pengawasan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan varian Covid-19 yang masuk ke Indonesia, memperketat screening untuk warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Indonesia, hingga memastikan ketersediaan reagen demi tercapainya angka testing sesuai standar dunia.

Menghadapi mutasi virus

Adanya mutasi virus corona mungkin membuat sebagian masyarakat khawatir.

Apalagi, varian E484K yang muncul pertama kalinya di Jepang dikabarkan dapat mengurangi perlindungan vaksin.

Terkait kemunculan mutasi virus corona, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan, pada dasarnya, masyarakat mesti waspada terutama jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengklasifikasikan varian tersebut sebagai prioritas.

"Kalau di-mention seperti itu (prioritas) oleh WHO ya kita harus waspada, artinya dia berpotensi menimbulkan masalah dibandingkan strain yang ada sebelumnya," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (5/4/2021).