Find Us On Social Media :
Ilustrasi (Shutterstock)

Beri Contoh Nyata, 1 dari 4 Strategi Berkomunikasi dengan Remaja

Riska Tri Handayani Jumat, 11 Juni 2021 | 10:52 WIB

SonoraBangka.id - Selain lingkungan, pengaruh kawan sebaya terhadap anak, terutama remaja, sangatlah besar.

Seorang ahli bahasa, psikolog sekaligus ilmuan kognitif asal Kanada, Steven Parker mengatakan, "Pemikiran bahwa anak adalah sumber pasif yang mudah dibentuk oleh orangtua adalah omong besar.

Kelompok teman sebaya anak atau remaja lah penentu yang jauh lebih besar dibanding aspirasi orang tua. 

Hal ini akan terkait dengan perkembangan dan prestasi mereka nantinya.” 

Hal itu mudah dipahami bila melihat pada usia remaja, persentase waktu anak bergaul dengan kawan sebayanya jauh lebih besar daripada berkumpul dengan orang tua.

Saat berkumpul dengan kawan sebaya itulah, terjadi proses pertukaran pengaruh, seperti penampilan, sikap, dan bahkan perilaku.

Banyak orangtua tidak terlalu mempermasalahkan anak remaja banyak bergaul bersama kawan sebayanya.

Alasannya, itu hal yang normal, dan hak remaja. Masalah yang muncul kemudian, tidak jarang hubungan antara remaja dan orangtua menjadi kurang dekat bahkan sering melahirkan konflik.

Idealnya, orangtua tetap memiliki ikatan dan komunikasi yang tidak kalah kuat dengan ikatan anak remaja dengan kawan sebayanya.

Hal itu penting agar pengaruh negatif tidak memengaruhi dan merusak karakter anak.

Menurut Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada beberapa strategi untuk menguatkan komunikasi dengan anak: 

1. Menghargai keberadaan kawan sebaya