Find Us On Social Media :
Suasana transaksi penjualan ikan di TPI PPN Sungailiat, Senin (6/7/2020) (Bangkapos.com/Edwardi )

Jadi Penyumbang Deflasi Bangka Belitung Pada Oktober 2021, Ini Tiga Komoditasnya

Ria Kusuma Astuti Rabu, 3 November 2021 | 13:22 WIB

SONORABANGKA.ID - Provinsi Bangka Belitung pada Oktober 2021 mengalami deflasi 0,14 persen (mtm) atau inflasi 3,20 persen (yoy).

Deflasi pada Oktober 2021 didorong oleh penurunan indeks harga konsumen beberapa komoditas.

Ada tiga komoditas penyumbang yaitu ikan-ikanan, kangkung, dan telur ayam ras.

"Hal ini tercermin juga dari penurunan indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,76 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,261 persen," ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Agus Taufik, dalam rilisnya kepada Bangkapos.com, Rabu (3/11/2021).

Sementara itu komoditas yang mengalami peningkatan harga adalah cabai merah, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara dan mobil sejalan dengan permintaan masyarakat yang meningkat.

Secara spasial, Kota Tanjungpandan mengalami deflasi sebesar 0,44 persen (mtm) atau inflasi 3,96 persen (yoy).

"Deflasi pada bulan Oktober 2021 terutama didorong oleh menurunnya indeks komoditas ikan-ikanan seperti cumi-cumi, ikan kembung, ikan bulat, ikan tongkol, ikan selar, ikan ekor kuning dan udang basah,"ucap Agus.

Selain itu, kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,03 persen  (mtm) atau 2,76 persen (yoy) yang didorong oleh peningkatan indeks komoditas ikan kembung, bahan bakar rumah tangga dan cabai merah.

"Penurunan indeks komoditas ikan-ikanan yang memberikan andil deflasi dipengaruhi oleh cuaca yang cukup kondusif meskipun indikasi La Nina akan semakin menguat di akhir tahun," tambahnya.

Berdasarkan rilis BMKG, 21,35 persen wilayah di Indonesia sudah memasuki musim hujan di Oktober 2021, mayoritas di Sumatera dan Kalimantan.