Find Us On Social Media :
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami saat live streaming di kanal Youtube BPS Babel, Jumat (5/11/2021). (Tangkapan layar bangkapos.com)

Adanya Peran dari PCR dan Antigen, Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung Tertinggi se-Sumatera

Ria Kusuma Astuti Jumat, 5 November 2021 | 15:13 WIB

SONORABANGKA.ID - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini menempati urutan pertama se-Pulau Sumatera, pada pertumbuhan ekonomi tahunan tertinggi pada triwulan III 2021.

Pasalnya, ekonomi Bangka Belitung triwulan III-2021 dibanding triwulan III-2020 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,11 persen.

Urutan kedua ditepati oleh Jambi tumbuh sebesar 5,91 persen dan ketiga Riau sebesar 4,10 persen.

"Pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 25,99 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 11,13 persen, dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 11,10 persen,"kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami saat live streaming di kanal Youtube BPS Babel, Jumat (5/11/2021).

Dia menyebutkan lonjakan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terjadi pada triwulan III-2021 menyebabkan semakin maraknya rapid tes atau PCR yang dilakukan oleh  klinik  maupun  rumah sakit. 

"Selain  itu  jumlah  pasien  yang  memerlukan perawatan kesehatan juga mengalami peningkatan secara y-on-y. Hal tersebut membawa dampak bagi peningkatan kinerja lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial," ucapnya.

Sementara itu, peningkatan pertumbuhan lapangan usaha Industri Pengolahan didorong oleh kinerja lapangan usaha industri logam dasar serta industri makanan dan minuman sebagai penyumbang terbesar kategori ini.

"Kenaikan harga  timah yang  cukup  signifikan dimanfaatkan  oleh  para  pelaku  usaha  sebagai peluang  besar  sehingga  mendorong  peningkatan  produksi  logam  timah  Provinsi  Kepulauan Bangka  Belitung. 

Demikian pula  yang  terjadi  pada  industri  makanan  dan  minuman  yang ditopang  oleh  industri  minyak  kelapa  sawit  (CPO)  mengalami  kenaikan  kapasitas  produksi akibat dibukanya beberapa pabrik baru,"katanya.

Serta kenaikan produksi pada lapangan usaha  Industri Pengolahan pada akhirnya juga ikut berdampak pada peningkatan kinerja  lapangan  usaha  Pengadaan  Listrik  dan  Gas  sebagai  lapangan  usaha  pendukungnya.