Find Us On Social Media :
()

Ada Mutasi Baru Varian Delta Yang Bernama Delta AY.4.2 Dan Saat Ini Sudah Masuk Ke Malaysia

Sri Wahyuni Rabu, 10 November 2021 | 08:42 WIB

SonoraBangka.Id - Delta AY.4.2 terdeteksi di Malaysia. Otoritas kesehatan di Inggris mengklasifikasikan Delta AY.4.2, mutasi baru virus corona varian Delta, sebagai Variant Under Investigation (VUI). 

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) membuat klasifikasi ini setelah sub-lineage Delta AY.4.2 menunjukkan tingkat pertumbuhan yang meningkat di Inggris dalam beberapa bulan terakhir. 

 "Ada beberapa bukti awal bahwa itu (Delta AY.4.2) mungkin memiliki tingkat pertumbuhan yang meningkat di Inggris dibandingkan dengan Delta," kata UKHSA, seperti dikutip NDTV.

Tapi, UKHSA menambahkan, “lebih banyak bukti diperlukan untuk mengetahui, apakah ini (Delta AY.4.2) disebabkan oleh perubahan perilaku virus atau kondisi epidemiologis”.

Apakah AY.4.2 bagian dari keluarga mutasi yang sama yang menentukan varian Delta?

Ya, AY.4.2 adalah keturunan varian Delta. Varian Delta, juga dikenal sebagai B.1.617.2, pertama kali diidentifikasi di India pada Oktober 2020. 

Sub-lineage keturunan AY.4.2 mengandung dua mutasi pada protein lonjakannya: A222V dan Y145H. UKHSA memberi nama resmi sub-lineage Delta keturunan AY.4.: VUI-21OCT-01.

Delta AY.4.2 teridentifikasi di 42 negara

Mengacu data cov-lineages.org, Inggris menyumbang 96% kasus positif COVID-19 dari Delta AY.4.2, diikuti Denmark dan Jerman masing-masing sebesar 1%.

Kasus Delta AY.4.2 juga telah dilaporkan di Amerika Serikat (AS), Israel, dan Rusia. Israel pada 19 Oktober lalu mengonfirmasi kasus Delta AY 4.2 dengan seorang bocah lelaki berusia 11 tahun yang tiba dari Eropa sebagai pembawa.

Demikian pula, Rusia juga melaporkan "kasus terisolasi" dari Delta AY.4.2.

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, peningkatan kasus AY.4.2 telah diamati sejak Juli lalu dan diidentifikasi di 42 negara. Misalnya, Inggris, India, Israel, Amerika Serikat, dan Rusia.

Sebuah laporan di Science Alert menyebutkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan, kasus Delta AY.4.2 masih “sangat jarang” di negeri uak Sam.