Find Us On Social Media :
Angpao Imlek koleksi IKEA.(DOK IKEA) (kompas.com)

Sejarah Angpau, Tradisi Beri Koin untuk Mengusir Roh Jahat

Oliver Doanatama Siahaan Kamis, 20 Januari 2022 | 20:33 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Tahun baru Imlek sejalan dengan tradisi saling memberi dan menerima angpau pada anak-anak atau orang yang masih melajang.

Tapi, ternyata angpau atau lai see dalam bahasa Kanton, hong bao dalam bahasa Mandarin, dan ang pau dalam bahasa Hokkien ini tidak hanya ada saat Imlek saja.

Angpau juga bisa sebagai hadiah yang diberikan pada acara-acara penting, misalnya pernikahan dan ulang tahun.

Sejarah angpau

Angpau pada zaman China kuno erat hubungannya dengan Legenda Sui, yakni tradisi pemberian koin untuk mengusir roh jahat. Tradisi ini berasal dari Dinasti Han.

Menurut legenda, iblis yang dikenal sebagai 'Sui' meneror anak-anak saat mereka tidur pada malam tahun baru. Orangtua akan berusaha membuat anak-anak mereka terjaga sepanjang malam untuk melindunginya.

Suatu hari di malam tahun baru, seorang anak diberi delapan koin untuk dimainkan supaya dia tetap terjaga. Tapi anak itu ternyata tidak bisa menahan kantuk dan tertidur dengan koin di bantalnya.

Sui pun muncul, tetapi saat dia pergi untuk menyentuh anak itu, koin (sebenarnya delapan dewa yang menyamar) menghasilkan cahaya yang kuat yang mengusir si iblis.

Pada tahun-tahun berikutnya, kebiasaan memberi uang ini akan berlanjut dengan memasukkan koin bersama benang merah atau menghadiahkannya dalam kantung berwarna merah. Seiring waktu, keberadaan uang koin mulai tergantikan dengan uang kertas.

Memberi dan menerima angpau