Find Us On Social Media :
Ilustrasi (KOMPAS.com)

Meski Terdampak Pandemi, Pelaku UKM Jasa Layanan Mulai Pulih Sejak 2021

Marselus Wibowo Sabtu, 19 Februari 2022 | 17:59 WIB

SonoraBangka.ID - Sepanjang 2021, bisnis penyedia jasa sektor UKM mengalami pertumbuhan, terutama pada layanan servis elektronik, kebersihan, perbaikan rumah, hingga kecantikan.

Sehingga pada 2022, para pelaku industri jasa sektor UKM optimistis terhadap pertumbuhan bisnis, walau pandemi Covid-19 masih menghadang. Demikian survei tahunan Sejasa mengenai pertumbuhan bisnis penyedia jasa sektor UKM selama 2021.

Survei ini untuk memahami tantangan yang dihadapi penyedia jasa selama pandemi. Survei dilakukan pada Januari 2022 kepada 797 UKM yang bergerak di bidang layanan penyedia jasa di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Makassar, dan kota-kota lainnya.

Perubahan tren layanan penyedia jasa

Sejasa menemukan data bahwa 26 persen penyedia jasa menghadapi persaingan yang cukup ketat, 23,5 persen lainnya mengalami peningkatan biaya bisnis, dan 21,3 persen menyatakan adanya fluktuasi permintaan pelanggan yang sangat dipengaruhi oleh situasi saat ini.

Dari hasil survei, tercatat lebih dari 70 persen penyedia jasa di Indonesia yang berafiliasi dengan Sejasa, telah berhasil mempertahankan bahkan meningkatkan pendapatan mereka pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perubahan tren layanan penyedia jasa pada 2021, sangat mempengaruhi industri jasa sektor UKM. Akan tetapi, melalui survei yang kami lakukan, kami menemukan 73,6 persen mitra Sejasa berhasil meningkatkan pendapatan dan keuntungan mereka pada 2021. Hal ini, tentunya menunjukkan bahwa tahun 2021 telah menjadi tahun pemulihan bagi para mitra kami,” kata Anthony Eka Wijaya, Co-Founder Sejasa, melalui rilis, Sabtu (19/2/2022).

Optimistis pulih akhir 2022

Di antara para penyedia jasa yang berhasil meningkatkan pendapatan, terdapat 44,9 persen dari mereka mengalami peningkatan pendapatan hingga lebih dari 50 persen.

Meskipun begitu, penting untuk melihat bahwa 22,2 persen responden lainnya mengalami penurunan di akhir 2021 dan 73,4 persen dari keseluruhan responden menyatakan bahwa mereka mengalami kenaikan biaya bisnis.