Find Us On Social Media :
Ilustrasi mouse ergonomis Lift Vertical Ergonomic Mouse. (KOMPAS.com)

Logitech Rilis Mouse Lift Vertical Ergonomic di Indonesia, Harga Rp 1 Jutaan

Marselus Wibowo Kamis, 21 April 2022 | 17:40 WIB

SonoraBangka.ID - Logitech meluncurkan mouse ergonomis di Indonesia, yakni Lift Vertical Ergonomic Mouse. Mouse ini memiliki bentuk unik yang diklaim mampu memberikan kesan nyaman ketika digunakan sepanjang hari.

Berbeda dengan mouse pada umumnya, bodi mouse ergonomis mampu menyesuaikan bentuk serta ukuran tangan guna menghindari cedera pada pergelangan tangan, seperti carpal tunnal syndrom atau sindrom lorong karpal, yakni kodnisir di mana tangan dan lengan mati rasa dan kesemutan akibat saraf terjepit di pergelangan tangan.

Itulah sebabnya, mouse atau tetikus ini disebut ergonomis, yakni mengacu pada istilah yang memiliki makna kenyamanan serta keamanan antara manusia dan elemen lain, seperti barang, saat beraktifitas.

Makna itu sejalan dengan klaim Head of The Ergo Business Unit di Logitech, Olessia Hageman, yang sesumbar bahwa Lift dirancang secara khusus untuk menunjang kebutuhan kerja dan produktivitas.

"Kami telah menciptakan Lift untuk membantu orang bekerja dengan nyaman selama berjam-jam di meja kerja mereka dan merasa lebih baik di penghujung hari," jelas Olessia dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu (20/4/2022).

Dari aspek desain, Lift memiliki bagian permukaan yang dilapisi pegangan berbahan karet dan sandaran ibu jari yang telah melalui beragam jenis pengujian.

Sisi kanan bodi mouse ini dibuat 57 derajat secara vertikal untuk memudahkan saat mengangkat tangan, menghilangkan tekanan pada pergelangan tangan.

Sementara bagian kanan mouse dibuat dengan bentuk yang sedikit menjorok ke dalam untuk memberikan ruang untuk meletakkan ibu jari.

Hal ini, menurut Logitech, dapat menjaga postur alami lengan bawah sehingga memungkinkan pengguna untuk dapat menggenggam mouse dengan lebih rileks.

Masih bicara soal desain, Lift dibuat menggunakan komponen plastik yang sebagian besar berasal dari hasil daur ulang pasca-konsumen.