Find Us On Social Media :
Ilustrasi jagung, tanaman jagung. (KOMPAS.com)

Jaga Rantai Pasok Industri, Kemenperin Dukung Penyerapan Jagung Lokal

Marselus Wibowo Jumat, 6 Mei 2022 | 16:30 WIB

SonoraBangka.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung penyerapan produksi jagung di dalam negeri sebagai bahan baku industri.

Hal ini merupakan salah satu upaya menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri pangan, dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan perannya dalam perekonomian nasional.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, langkah ini juga bertujuan untuk mendongrak produktivitas dan daya saing sektor tersebut.

"Kebutuhan jagung untuk bahan baku industri pakan saat ini mencapai 8 hingga 9 juta ton per tahun, hampir 100 persen dari kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari dalam negeri,” kata dia dalam siaran pers Jumat (6/5/2022).

Ia menuturkan, walau begitu kebutuhan bahan baku jagung bagi industri pangan yang mencapai sekitar 1,2 juta ton pada 2021 baru dapat dipenuhi dari pasokan dalam negeri sebesar 7.000 ton.

Sedangkan, kebutuhan jagung untuk industri pangan di tahun 2022 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1,5 sampai 1,6 juta ton seiring dengan beroperasinya satu investasi industri pati jagung baru di dalam negeri.

Ia menyebutkan, rendahnya pasokan jagung dari dalam negeri untuk industri pangan disebabkan sulitnya mendapatkan jagung dengan tingkat kandungan aflatoksin di bawah 20 ppb (part per billion).

“Itu merupakan angka maksimum kandungan aflaktoksin dalam jagung yang dipersyaratkan untuk industri pangan. Sedangkan untuk bahan baku industri pakan, angka aflaktoksin maksimum 50 ppb,” ujar Febri.

Sedikit informasi, aflatoksin adalah cemaran mikotoksin yang dihasilkan dari metabolisme cendawan Aspergilus flavus, yang terkandung dalam biji jagung serta kacang-kacangan dan bersifat karsinogenik.

Ia menjelaskan, kandungan aflatoksin yang dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi batas dan dalam jangka waktu lama dapat membahayakan kesehatan.