Find Us On Social Media :
Rusunawa Pangkal Arang, Ketapang, Pangkalpinang di Blok A dan B yang rusak parah. Dua blok A dan B itu dibiarkan begitu saja, tak terawat dengan cat warna putihnya memudar, pintu-pintu kamar usang dimakan waktu. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Pemkot Pangkalpinang Usul Rp7,5 Miliar ke Pemerintah Pusat untuk Perbaiki Dua Blok Rusunawa Terbengkalai

Riska Tri Handayani Jumat, 30 September 2022 | 09:16 WIB

SonoraBangka.id - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan akan memperbaiki dua blok rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, yang terbengkalai.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, mengatakan, untuk melakukan perbaikan dua blok rusun yang terbengkalai tersebut memerlukan anggaran yang cukup banyak, yakni sekitar Rp7,5 miliar.

"Untuk blok yang rusak, kita sedang mengusulkan bantuan anggaran ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR-Red) di tahun 2023 sebesar Rp7,5 miliar," kata Suharto.

Menurutnya, blok A dan B rusunawa tersebut mengalami kerusakan yang cukup berat. Sehingga untuk perbaikan harus dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa dikerjakan satu per satu.

Terdapat 192 ruangan yang harus diperbaiki di dua blok rusun yang terbengkalai itu. Rata-rata mengalami kerusakan bocor dan perlu beberapa renovasi agar dapat digunakan kembali.

"Satu lantai itu ada 24 ruangan, dan satu blok itu ada empat lantai. Jadi total ada 96 ruangan di dalam satu blok. Kalau dua blok, berarti ada 192 ruangan yang harus kita perbaiki," terangnya.

Disamping itu lanjut dia, saat ini dari empat blok rumah susun yang ada, hanya dua blok yang dapat dimaksimalkan untuk digunakan. Yakni blok C dan D yang berada di bagian belakang.

Saat ini dua blok tersebut dihuni sekitar 150 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 382 jiwa. Rusun tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Rusun ini khusus bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, ini sebagai upaya pemerintah untuk membantu masyarakat," ucap dia. 

Adapun biaya yang dikenakan bagi masyarakat yang menempati rusunawa juga berbeda-beda setiap lantai. Semakin tinggi lantai, biaya sewa per bulannya justru semakin murah.