Find Us On Social Media :
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) saat mencoba produk motor listrik. (DOK. YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA/KOMPAS.COM) (KOMPAS.COM)

PLN Dorong Untuk Peningkatan TKDN Pada Sektor Kelistrikan Melalui Locomotion 2022

Oliver Doanatama Siahaan Sabtu, 26 November 2022 | 22:39 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus menggenjot penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Hal ini dilakukan demi mendukung kelancaran transisi energi di Indonesia.

Salah satu upaya perseroan dalam mewujudkan target tersebut adalah dengan menggelar pameran PLN Local Content Movement for The Nation (Locomotion) 2022. Acara bertema “Building Synergy of Local Content for Indonesia’s Energy Transition” ini digelar di Exhibition Hall B Jakarta Convention Center (JCC), pada Rabu (23/11/2022) sampai Kamis (24/11/2022).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah dalam peningkatan TKDN, khususnya dalam pembangunan industri ketenagalistrikan. Hal ini dilakukan untuk mencapai visi Indonesia Maju pada 2045 melalui transformasi ekonomi.

PLN, sambungnya, telah membelanjakan sekitar Rp 200 triliun untuk belanja produk lokal dari total anggaran sebesar Rp 300 triliun.

“Jumlah tersebut mampu menghidupi sekitar 4 juta pekerja yang hidup dalam industri ketenagalistrikan, mulai dari pegawai hingga rekan kerja PLN,” ujar Darmawan dalam sesi konferensi pers Locomotion 2022 di JCC, Rabu.

Darmawan melanjutkan bahwa hingga 30 September 2022, capaian TKDN dari PLN mencapai 48 persen. Jumlah ini melampaui target perseroan pada 2022, yakni 42 persen.

Menurutnya, capaian tersebut diraih PLN berkat sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kolaborasi dengan pihak swasta.

Adapun salah satu upaya yang dilakukan PLN terkait peningkatan TKDN adalah mengonsolidasikan penggunaan kandungan dalam negeri dan membangun ekosistem industri dalam negeri yang lebih kokoh. Sebagai contoh, komponen utama infrastruktur kelistrikan yang dulu diimpor, sekarang sudah bisa diproduksi sendiri.

Kebijakan tersebut, kata Darmawan, berhasil membuat anggaran belanja yang sebelumnya mengalir ke luar negeri, kini berputar di dalam negeri. 

“Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dulu hanya jadi penonton, kini terlibat langsung dalam rantai pasok industri kelistrikan. Tenaga ahli dan teknisi yang dulunya berasal dari luar negeri, kini berasal dari dalam negeri,” tuturnya.