Find Us On Social Media :
Anak berlatih memainkan lato-lato di salah satu komplek perumahan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/12/2022). Permainan tradisional tersebut kini kembali tren setelah lama hilang tergantikan oleh permainan modern. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Pro Kontra Lato-Lato: Pihak Sekolah Melarang, KPAI Menganggap Jadi Sumber Belajar

Riska Tri Handayani Jumat, 13 Januari 2023 | 08:10 WIB

SonoraBangka.id - Saat ini permainan lato-lato memang tengah digandrungi banyak orang, terutama anak-anak.

Memang, lato-lato sedang viral di Indonesia. Saking viralnya, permainan jadul ini ada hampir di setiap tempat.

Keberadaan permainan ini pun menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orang menganggap jika permainan lato-lato bagus untuk anak-anak yang semakin hari digempur oleh smartphone.

Lato-lato dianggap bisa mengembalikan fokus anak dan juga membuat anak terlepas dari smartphone-nya untuk sementara waktu.

Namun, bagi sebagian yang lain, lato-lato menimbulkan kebisingan dan bahkan dianggap berbahaya karena bola lato-lato yang cukup keras.

Banyak orang yang memberi kesaksian jika lato-lato bisa membuat tangan menjadi memar. Ada juga seorang anak yang terlilit tali lato-lato di bagian lehernya.

Bahkan, belum lama ini lato-lato memakan korban.

Seorang bocah berusia 8 tahun di Kalimantan Barat harus dioperasi matanya karena terkena lato-lato yang ia mainkan.

Melihat berita tersebut, beberapa sekolah di Jabodetabek telah mengambil tindakan untuk melarang anak murid membawa lato-lato ke sekolah.

Salah satu sekolah yang melarang siswanya untuk membawa lato-lato yakni SD Negeri Larangan 10, Larangan Utara, Tangerang, Banten.