Find Us On Social Media :
ILustrasi sholat (Sumber: https://www.viva.co.id )

Dibaca Setelah Takbir Sebelum Surat Al Fatihah, Ini Bacaan Doa Iftitah, Arab, Latih dan Terjemahannya

Riska Tri Handayani Minggu, 2 April 2023 | 08:29 WIB

SonoraBangka.id - Seperti namanya, doa iftitah yang berarti pembukaan ini dibaca di awal sholat.

Doa iftitah merupakan bacaan yang berisi pujian terhadap Allah SWT yang Maha Besar.

Hal ini berlaku baik sebagai imam maupun makmum.

Ya, doa iftitah merupakan doa yang dibaca setelah takbir dan sebelum memulai taawudz untuk membaca surat Al Fatihah.

Rasulullah selalu membaca iftitah ketika beliau melaksanakn sholat.

Hal ini seperti yang disebutkan dalam hadis shahih. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah selalu membaca iftitah setiap sholat karena artinya yang sangat luar biasa bahkan sampai membuka pintu langit.

Berikut ini adalah salah satu macam doa iftitah latin dan juga terjemahannya:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”