Find Us On Social Media :
MPMRent bekerjasama dengan Dishub dan DLH Tangerang Selatan menggelar uji emisi gratis(Dok. MPMRent) (KOMPAS.COM)

Pakai Bensin Oktan Tinggi Bisa Untuk Perbaiki Gas Buang, Mitos atau Fakta?

Oliver Doanatama Siahaan Selasa, 29 Agustus 2023 | 20:06 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan uji coba tilang emisi sejak Jumat (25/8/2023). Kendaraan yang tidak lulus uji emisi akan dikenakan sanksi tilang yang mulai berlaku pada 1 September 2023.

Adapun untuk besaran tilang, untuk roda dua Rp 250.000 sedangkan roda empat Rp 500.000. Mekanisme penilangan sama seperti penindakan pelanggaran lalu lintas pada umumnya.

Seperti diketahui, penindakan terkait hasil uji emisi dilakukan sebagai langkah untuk mengendalikan tingginya polusi udara di Jakarta yang belakangan ini tengah menjadi sorotan.

Terkait emisi gas buang kendaraan, tidak sedikit yang beranggapan bisa diperbaiki dengan mengganti bensin menggunakan oktan yang lebih tinggi.

Lantas, benarkan mengganti BBM dengan nilai oktan yang lebih tinggi bisa memperbaiki emisi gas buang.

Widodo, pemilik bengkel AD Oya yang berlokasi di Jalan Sulaiman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengatakan, mengganti mobil BBM dengan nilai oktan yang lebih tinggi memang bisa memperbaiki emisi gas buang, namun ada hal yang harus diperhatikan.

“Kalau mobil jarang perawatan, seperti jarang ganti busi dan kondisi pembakaran sudah tidak bagus mau diganti oktan apapun tidak akan ke tolong (emisi yang dihasilkan tidak akan bagus),” ucap pria yang akrab disapa Widodo kepada Kompas.com, Sabtu (26/8/2023).

Dodo melanjutkan, sebelum mengganti BBM dengan oktan lebih tinggi, pemilik kendaraan sebaiknya melakukan sedikit ‘treatment’ terlebih dahulu pada ruang pembakaran.

“Kalau kita itu bahasanya ‘flushing’ atau kebanyakan orang bilang ‘gurah’, jadi kita masukin cairan untuk menghancurkan kerak di ruang pembakaran, baru setelah itu ganti dengan oktan yang lebih tinggi, dengan catatan komponen yang tadi disebutkan masih dalam kondisi baik,” kata Widodo.

Sementara itu, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, penggunaan bensin dengan oktan lebih tinggi tidak serta merta bisa mengubah kondisi gas buang kendaraan.