Find Us On Social Media :
Stasiun Penukaran Baterai (SPB) motor listrik milik Savart, produsen motor listrik lokal asal Jawa Timur(Kompas.com/Daafa Alhaqqy) (KOMPAS.COM)

Soal Melakukan Standardisasi Baterai Motor Listrik, Produsen Mengaku Keberatan

Oliver Doanatama Siahaan Selasa, 31 Oktober 2023 | 20:54 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, sempat mengutarakan ajakan sekaligus tantangan bagi para produsen motor listrik, untuk melakukan standardisasi baterai.

Agus menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Indonesia Motocycle Show (IMOS+), yang diselenggarakan di ICE BSD Tangerang tanggal 25-29 Oktober 2023.

Ajakan tersebut ditujukan untuk mempermudah penggunaan motor listrik bagi masyarakat, sekaligus mempercepat penyelenggaraan proses elektrifikasi nasional.

“Masyarakat sebagai konsumen tentunya akan semakin nyaman menggunakan kendaraan listrik, apabila standardisasi baterai diterapkan,” ucapnya, Rabu (25/10/2023).

Dia menambahkan, standardisasi yang dimaksud akan berfokus pada konstruksi baterai, dari segi perakitan komponen sampai jenis sel yang digunakan.

Dengan adanya keseragaman ini, industri otomotif tanah air, khususnya di ranah kendaraan roda dua listrik, diyakini bisa lebih berkembang, dan akan banyak menyerap tenaga lokal.

“Oleh karenanya perihal standardisasi baterai ini, saya memberikan challange (tantangan) pula bagi para produsen kendaraan listrik roda dua,” ucapnya.

Menanggapi pernyataan Menperin itu, mayoritas produsen motor listrik mengaku keberatan. Pasalnya, standardisasi baterai dirasa terlalu dipaksakan, tidak efisien, dan menghalangi kreatifitas pabrikan.

Garry Taifan, COO PT Garda Energi Nasional Indonesia selaku produsen motor listrik Savart menjelaskan, realisasi penyetaraan baterai untuk semua produsen terbilang menyulitkan.

Menurutnya, setiap motor listrik didesain dengan keunikan yang berbeda-beda, dan sisi unik tersebut juga bervariasi, tergantung pabrikan yang memproduksi