Candy Monster, film pendek animasi 3D karya UMN Pictures berhasil diputar di dua festival film bertaraf internasional
Candy Monster, film pendek animasi 3D karya UMN Pictures berhasil diputar di dua festival film bertaraf internasional ( kompas.com)

Candy Monster, Film Animasi Indonesia yang Berhasil Tembus 2 Festival Internasional

25 September 2020 12:45 WIB

Sebagai informasi, Zlin Film Festival merupakan festival film tertua dan terbesar di dunia yang penyelenggaraannya berpusat di Kota Zlin, Republik Ceko. Festival film itu diselenggarakan pertama kali pada 1960.

Setiap tahun, terdapat sekitar 300 judul film dari 50 negara lebih di seluruh dunia yang diputar di festival tersebut. Pada Zlin Film Festival ke-60, Candy Monster berhasil meraih penghargaan untuk kategori CT:D Audience Award for the Best Short Animated Film. Adapun penghargaan itu diberikan kepada film yang paling banyak dipilih penonton selama festival berlangsung.

Selanjutnya, pada September 2020, Candy Monster terpilih menjadi salah satu official selection di ajang Chaniartoon International Comic and Animation Festival 2020. “Festival ini memang tidak sebesar Zlin Film Festival, yang merupakan festival film untuk industri. Chaniartoon adalah festival film untuk para pelaku atau penggemar komik dan animasi yang bersifat non-mainstream atau indie,” jelas Kemal dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (23/9/2020).

Kemal menjelaskan, pihaknya tidak tahu pasti alasan di balik terpilihnya Candy Monster pada ajang Chaniartoon. Akan tetapi, menurutnya, setiap festival film pasti mempunyai programmer, yaitu orang atau pihak yang bertugas memilih film sesuai dengan karakteristik festival tersebut. Programmer festival film Chaniartoon, kata Kemal, menjadi pihak paling tahu alasan mengapa Candy Monster terpilih sebagai official selection.

Dikirim ke berbagai festival internasional

Keikutsertaan Candy Monster di berbagai festival film internasional bukan tanpa tujuan. Kemal ingin memperkenalkan film yang merupakan intellectual property (IP) milik UMN tersebut ke pasar internasional.

Bagi Kemal, mengikutsertakan Candy Monster ke berbagai festival film internasional dapat memperbesar peluang film tersebut ditonton banyak orang dari berbagai belahan dunia. Dengan demikian, hasil kerja keras mereka akan terbayarkan. “Kalau menang, kami akan mendapatkan piala dan bisa menyematkan ‘Laurel’ pada film kami.

Hal ini berarti memberikan tambahan kredibilitas terhadap film kami,” imbuhnya. Terkait pemutaran Candy Monster di Chaniartoon, Kemal berharap karya tersebut bisa mendapatkan penghargaan untuk kategori Best Short Animation Film.

Walaupun nantinya tidak menang, Kemal mengaku cukup senang karena film Candy Monster telah diputar di tempat-tempat di belahan dunia lain yang mungkin tidak pernah mereka datangi. “Kami akan tetap mengikutkan Candy Monster ke berbagai festival di seluruh dunia sampai 2021. Kami pun mulai memproduksi IP Candy Monster dalam bentuk film seri, game mobile, game interaktif, stiker (aplikasi) Line, dan buku cerita anak,” paparnya.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm